Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Bisa Pilih-Pilih, Indonesia Siap Impor Minyak dari Negara Mana Pun

Tak Bisa Pilih-Pilih, Indonesia Siap Impor Minyak dari Negara Mana Pun Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Krisis energi global mendorong persaingan ketat antarnegara dalam mengamankan pasokan minyak. Dalam kondisi seperti ini, setiap negara dituntut bergerak cepat agar kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang harus beradaptasi dengan situasi tersebut. Pemerintah kini menyiapkan berbagai skema untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut fleksibilitas menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan global.

Ia menggambarkan bahwa dalam praktiknya, persaingan pembelian minyak berlangsung sangat agresif. Bahkan perusahaan yang telah memenangkan tender bisa saja kehilangan pasokan karena kalah dalam penawaran harga.

Situasi tersebut membuat pemerintah tidak memiliki banyak ruang untuk bersikap selektif. Kecepatan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Jadi, kami sekarang membuat beberapa alternatif. Yang penting bagi kami, bagi pemerintah, adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” ujar Bahlil dikutip dari ANTARA.

Dalam konteks itu, Indonesia membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara tanpa pengecualian. Salah satu opsi yang mengemuka adalah potensi impor minyak dari Rusia.

Menanggapi peluang tersebut, Bahlil menyatakan bahwa pembahasan masih berada dalam tahap awal. Ia menegaskan bahwa keputusan akan diambil berdasarkan kebutuhan nasional.

“Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), saya akan kabari, ya,” ucapnya.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov telah menyampaikan kesiapan negaranya untuk memasok minyak. Pernyataan itu muncul di tengah kenaikan harga energi akibat gangguan distribusi global.

“Presiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu,” kata Tolchenov.

Baca Juga: Harga BBM Ditahan, Mantan Menteri ESDM Ingatkan Risiko APBN Membesar

Meski demikian, hingga saat ini belum ada permintaan resmi yang diajukan oleh pemerintah Indonesia. Namun komunikasi antar kedua pihak tetap berjalan sebagai bagian dari penjajakan kerja sama.

Di tengah situasi yang semakin dinamis, pemerintah dituntut untuk tetap adaptif dan responsif. Tanpa langkah cepat, risiko gangguan pasokan energi bisa berdampak langsung pada masyarakat.

“Jadi, jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja (bisa impor), yang penting ada,” ujar Bahlil.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement