Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasokan Terancam, Indonesia Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Pasokan Terancam, Indonesia Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tekanan terhadap pasokan energi global mulai memaksa banyak negara mencari alternatif sumber baru. Indonesia menjadi salah satu yang bergerak cepat dengan mengubah arah impor energi untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Langkah diversifikasi ini terlihat dari keputusan pemerintah mengalihkan impor LPG dari kawasan Timur Tengah ke negara lain. Perubahan ini dilakukan sebagai strategi untuk mengurangi risiko gangguan pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut bahwa pasokan LPG nasional masih dalam kondisi aman. Namun, ia mengakui bahwa langkah antisipatif tetap diperlukan agar kondisi tersebut bisa dipertahankan.

“LPG sampai dengan sekarang insyaallah doain kita tetap aman. Karena yang kita ambil dari Timur Tengah itu sudah kita alihkan ke negara lain,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa pasokan kini lebih banyak berasal dari Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lainnya.

Perubahan strategi ini tidak hanya berlaku pada LPG. Pemerintah juga mulai mengalihkan sumber impor minyak mentah ke kawasan Afrika seperti Angola dan Nigeria.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi menjadi pendekatan utama pemerintah dalam menjaga ketahanan energi. Ketergantungan pada satu kawasan dinilai berisiko di tengah dinamika global yang tidak stabil.

Meski begitu, kondisi stok energi nasional saat ini masih berada di level minimum. Artinya, ruang aman tetap ada, namun membutuhkan pengelolaan yang cermat.

“Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi, insyaallah clear,” kata Bahlil. 


Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan kontrak jangka panjang dengan berbagai negara pemasok. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan tetap stabil meskipun terjadi perubahan sumber impor.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar impor LPG Indonesia saat ini memang berasal dari Amerika Serikat. Sementara porsi dari Timur Tengah mulai dikurangi sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Kebijakan ini menjadi respons atas ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu distribusi energi. Dengan memperluas sumber pasokan, pemerintah berupaya meminimalkan risiko gangguan di masa depan.

Selain LPG dan minyak mentah, pemerintah juga memastikan pasokan energi lain tetap aman. Kebutuhan solar nasional bahkan telah sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Langkah-langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan energi nasional. Dari yang sebelumnya bergantung pada kawasan tertentu, kini beralih ke strategi yang lebih fleksibel.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement