Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika membeberkan rencana hilirisasi tahap kedua yang akan diserahkan kepada BPI Danantara.
Sejauh ini, terdapat sekitar 13 proyek yang tengah diidentifikasi untuk masuk dalam tahap lanjutan program hilirisasi nasional.
Erani yang juga menjabat Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi mengatakan, daftar proyek tersebut telah dilaporkan kepada Presiden.
Pemerintah pun meminta proyek-proyek tersebut diperdalam melalui penyusunan dokumen Pra-FS (Pre-Feasibility Study/Studi Kelayakan Awal), sebelum diserahkan secara resmi kepada Danantara.
"Untuk sementara ini (ada) 13 rencana proyek hilirisasi tahap kedua... tapi untuk ke depan bisa bertambah, bisa berkurang."
"Jumlah pastinya nanti ketika sudah kita serahkan kepada Danantara seperti yang tahun lalu itu."
"Itu perkembangan yang terakhir," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/4/2026).
Meski belum merinci secara detail, Erani mengungkapkan mayoritas proyek tersebut masih bertumpu pada sektor minyak dan gas bumi (migas) serta mineral dan batu bara (minerba).
Namun demikian, Satgas Hilirisasi juga mulai mengkaji peluang hilirisasi di sektor lain di luar migas dan minerba, menyesuaikan dengan kebutuhan nasional ke depan.
"Apa ya kemarin itu ya? Setahu saya (yang 13 itu) ada yang basisnya itu bauksit, kemudian... ada yang untuk membikin baja, ada yang membikin untuk kabel bawah laut, beberapa yang saya ingat ya."
"Tapi nanti resminya, kan kita belum berani mengumumkan apa saja, karena ini semua masih belum ada kepastian sebelum pra-FS-nya itu jadi," jelas Erani.
Ke-13 proyek hilirisasi tahap kedua ini merupakan tambahan dari daftar 18 proyek sebelumnya yang telah diserahkan kepada Danantara pada tahun lalu.
Dari daftar tersebut, sebanyak enam proyek telah memasuki tahap ground breaking oleh Danantara pada 6 Februari 2026.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi Bahlil Lahadalia menyebut, 13 proyek hilirisasi tahap kedua tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp239 triliun.
"Ada 13 item hilirisasi, yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi," jelas Bahlil di Hambalang, Rabu (25/3/2026). (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement