- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
18 Proyek Diserahkan ke Danantara, Satgas Hilirisasi Sebut Proyek Lain Menyusul
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah memastikan gerbong hilirisasi nasional tidak akan berhenti di 18 proyek prioritas.
Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi kini tengah menyusun blueprint proyek-proyek baru lintas sektoral, untuk menjaga pipa investasi nilai tambah tetap mengalir secara berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan ambisi pemerintah untuk tidak lagi sekadar bergantung pada sektor pertambangan, tetapi mulai merambah ke sektor-sektor yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) tinggi terhadap ekonomi kerakyatan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Sekretaris Satgas Hilirisasi Ahmad Erani Yustika, mengonfirmasi ekspansi proyek prioritas ini sedang didesain secara komprehensif.
"Ada semua. Di Minerba ada, di Migas ada, di perikanan ada, di kehutanan, di apa... pertanian, perkebunan ya," jelas Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Erani menjelaskan, posisi Satgas berada pada fase pra-studi kelayakan hingga pemantauan implementasi, sementara eksekusi aset dan manajemen investasi berada di bawah kendali BPI Danantara sebagai super holding.
Ketika ditanya apakah hilirisasi itu akan terus dikapitalisasi oleh BUMN, Erani menyebut terdapat ruang untuk swasta bekerja sama.
Namun, ia menegaskan ranah itu berada di bawah Danantara.
"Danantara yang, yang tahu ya."
"Tapi setahu saya sih ada lah ruang bisa kerja sama," terangnya.
Hingga saat ini, 18 proyek hilirisasi prioritas diserahkan kepada BPI Danantara.
Dari daftar tersebut, enam proyek strategis telah memulai groundbreaking pada Jumat (6/2/2026) lalu, di antaranya:
- Fasilitas pengolahan alumina menjadi alumunium (new smelter aluminium) di Mempawah, Kalimantan Barat (MIND ID).
- Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat (MIND ID).
- Pabrik bioetanol Glenmore fase I di Banyuwangi, Jawa Timur (PTPN III bersama Pertamina).
- Proyek hilirisasi fase I biorefinery Cilacap di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina).
- Fasilitas hilirisasi unggas terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur (PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD melalui anak usaha PT Berdikari).
- Pabrik garam di Sampang, Madura; Manyar, Gresik; dan Segoromadu 2, Gresik (PT Garam).
Sedangkan 18 proyek yang diserahkan oleh Satgas Hilirisasi ke BPI Danantara adalah:
- Industri Smelter Aluminium (Bauksit) – Mempawah, Kalimantan Barat
- Industri DME (Batu Bara) – Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin
- Industri Aspal (Aspal Buton) – Buton, Sulawesi Tenggara
- Industri Mangan Sulfat (Mangan) – Kupang, NTT
- Industri Stainless Steel Slab (Nikel) – Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah
- Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga) – Gresik, Jawa Timur
- Industri Besi Baja (Pasir Besi) – Kabupaten Sarmi, Papua
- Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit) – Kendawangan, Kalimantan Barat
- Industri Oleoresin (Pala) – Kabupaten Fakfak, Papua Barat
- Industri Oleofood (Kelapa Sawit) – KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur
- Industri Nata de Coco, MCT, Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa) – KI Tenayan, Riau
- Industri Chlor Alkali Plant (Garam) – Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumsel, Riau, Banten, dan NTT
- Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) – Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
- Industri Carrageenan (Rumput Laut) – Kupang, NTT
- Oil Refinery – Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang
- Oil Storage Tanks – Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak
- Modul Surya Terintegrasi (Bauksit & Silika) – KI Batang, Jawa Tengah
- Industri Bioavtur (Used Cooking Oil) – KBN Marunda, KI Cikarang, KI Karawang. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: