Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Ambil Alih Manajer Investasi BRI-BNI-Mandiri Rp2,7 T, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Danantara Ambil Alih Manajer Investasi BRI-BNI-Mandiri Rp2,7 T, Ini Penjelasan Dony Oskaria Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Danantara Asset Management (DAM) tengah mengonsolidasikan sejumlah perusahaan manajemen aset BUMN, termasuk entitas yang terafiliasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI, BNI, hingga Mandiri Sekuritas, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp2,7 triliun.

COO BPI Danantara sekaligus Ketua BP BUMN Dony Oskaria mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi untuk meningkatkan daya saing industri pengelolaan aset nasional.

“Kita punya kurang lebih empat asset management yang skalanya belum terlalu kompetitif. Dengan kita merger-kan menjadi satu, sehingga ini nanti menjadi kompetitif,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, konsolidasi dilakukan melalui sejumlah transaksi afiliasi yang ditandatangani pada 1 April 2026.

DAM akan mengambil alih 99,9% saham PT BNI Asset Management dari PT BNI Sekuritas dengan nilai Rp359,64 miliar .

Selanjutnya, DAM mengakuisisi 65% saham PT BRI Manajemen Investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai Rp975 miliar .

DAM juga mencaplok 99,999% saham PT PNM Investment Management dari PNM senilai Rp345 miliar .

Adapun akuisisi terbesar dilakukan terhadap PT Mandiri Manajemen Investasi melalui pembelian sekitar 99,93% saham dari PT Mandiri Sekuritas dan pihak terkait dengan nilai transaksi sekitar Rp1,02 triliun.

Secara keseluruhan, nilai konsolidasi empat entitas manajemen aset tersebut mencapai sekitar Rp2,7 triliun, mencerminkan langkah agresif pemerintah dalam membangun entitas pengelola aset BUMN yang lebih terintegrasi.

Dony menegaskan langkah ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang difokuskan pada efisiensi, penguatan fundamental, dan konsolidasi bisnis.

“Nah, ini kita lakukan satu per satu dan insyaallah semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Danantara Bakal Ambil Alih 100% Saham PNM IM, Nilainya Rp345 Miliar

Baca Juga: Restrukturisasi Whoosh Tuntas, Pemerintah Segera Umumkan Skema Final

Baca Juga: Proyek Whoosh Diambil Kemenkeu, Pemerintah Siapkan Skema Final

Ia menambahkan, restrukturisasi BUMN ditargetkan rampung pada 2026 dengan fokus pada penyelesaian menyeluruh, tidak hanya administratif tetapi juga struktural.

“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu, dan tidak hanya tepat waktu tetapi juga secara fundamental selesai,” kata Dony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement