Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Restrukturisasi Whoosh Tuntas, Pemerintah Segera Umumkan Skema Final

Restrukturisasi Whoosh Tuntas, Pemerintah Segera Umumkan Skema Final Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memastikan penyelesaian proyek Kereta Cepat Whoosh memasuki tahap akhir, dengan skema restrukturisasi yang telah mencapai kesepakatan dan akan segera difinalisasi dalam waktu dekat.

Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Ketua BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa seluruh kajian terkait penyelesaian proyek tersebut telah rampung dan tinggal menunggu proses formal seperti penandatanganan.

“Sudah selesai seluruh kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses, tentu ada proses formalnya ya, ada signing dan lain sebagainya,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah bersama Menteri Keuangan akan menyampaikan secara resmi skema penyelesaian proyek Whoosh dalam waktu dekat kepada publik.

“Nanti dua minggu lagi ya. Nanti kita akan sampaikan keseluruhan proses penyelesaian. Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga dan sudah ada kesepakatannya,” kata Dony.

Dalam skema tersebut, pemerintah menekankan bahwa operasional kereta cepat tetap berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator transportasi publik nasional.

“Operasional tentu tetap di KAI, karena memang kereta api kan memang bidangnya itu,” ujarnya.

Dony menegaskan bahwa penyelesaian proyek Whoosh menjadi bagian dari agenda besar restrukturisasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki fundamental perusahaan dan memastikan tata kelola (governance) berjalan lebih baik.

“Kita tidak melihat lagi siapa dan kenapa persoalan ini muncul, tetapi tugas kita tentu menyelesaikan seluruh persoalan,” ucapnya.

Lebih lanjut, pemerintah memastikan proses restrukturisasi tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat. Sebaliknya, penyelesaian struktur pendanaan proyek ini diharapkan justru meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

“Yang paling penting adalah layanan kepada publik tidak terganggu dan justru akan menjadi semakin baik ya dengan kejelasan mengenai struktur pendanaan daripada kereta api kita,” ujar Dony.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan penguatan sektor transportasi kereta api sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah investasi elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute utama.

“Tahun ini juga nanti teman-teman wartawan akan kita undang, kita akan melakukan elektrifikasi Jakarta-Rangkas, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Cilegon,” katanya.

Baca Juga: Investasi di Kereta Cepat Whoosh Bebani Keuangan WIKA hingga Rp 1,8 Triliun

Baca Juga: Whoosh Sempat Terhenti di Bandung akibat Cuaca Ekstrem, Ini Penjelasan KCIC

Baca Juga: Menkeu dan CEO Danantara Finalisasi Restrukturisasi Pembiayaan Proyek Whoosh

Menurut Dony, pengembangan tersebut bertujuan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi massal unggulan nasional, sekaligus meningkatkan efisiensi dan konektivitas.

Secara keseluruhan, penyelesaian proyek Whoosh menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi BUMN, termasuk konsolidasi aset dan peningkatan daya saing perusahaan negara di berbagai sektor strategis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement