Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Impor LPG Tembus 83%, Pemerintah 'Paksa' Kilang Swasta Prioritaskan Pasokan ke Pertamina

Impor LPG Tembus 83%, Pemerintah 'Paksa' Kilang Swasta Prioritaskan Pasokan ke Pertamina Kredit Foto: Istimewa

Kesenjangan tersebut menyebabkan angka ketergantungan impor melambung dari 80,58% pada tahun 2025, menjadi 83,97% pada awal tahun ini. 

Dengan mewajibkan swasta memberikan penawaran pertama kepada Pertamina, pemerintah berharap pasokan yang selama ini dipilih untuk sektor industri, dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak subsidi LPG 3 kilogram.

“LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan ke kebutuhan LPG 3 kilogram, di mana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tambah Rizwi.

Selain mengandalkan produksi swasta domestik, pemerintah juga tengah melakukan perburuan (hunting) pasokan dari luar negeri, melalui diversifikasi mitra dagang.

Hal ini dilakukan guna menghindari risiko distribusi akibat panasnya suhu politik di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang merupakan jalur logistik utama energi global.

“Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz, menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN,” jelasnya.

Baca Juga: Pasokan Terancam, Indonesia Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Pemerintah juga mengoptimalkan kinerja kilang domestik untuk menghasilkan LPG.

Kilang RDMP Balikpapan misalnya, produksi polipropilen dikurangi agar nafta yang ada dapat diimanfaatkan untuk menopang LPG. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus