Kredit Foto: PTPP
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) meraih proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan senilai Rp1,02 triliun melalui skema joint operation (JO), guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kontrak proyek strategis tersebut ditandatangani pada 30 Maret 2026 di Banjarbaru antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan dan penyedia jasa, serta disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan dan manajemen PTPP.
Dalam proyek ini, PTPP bertindak sebagai lead contractor dengan porsi pekerjaan sebesar 50% pada proyek multiyears periode 2026–2028.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan portofolio perseroan di sektor infrastruktur, khususnya konektivitas wilayah.
“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut memiliki masa konstruksi selama 1.005 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Infrastruktur ini akan menghubungkan wilayah Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut, yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Pemerintah daerah menilai keberadaan jembatan tersebut akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka akses ekonomi baru di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur untuk mendorong pemerataan ekonomi di kawasan Kalimantan Selatan.
Baca Juga: PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp3,87 T Tumbuh 33% hingga Februari 2026
Baca Juga: Kantongi Kontrak Baru, PP Presisi Garap Proyek Infrastruktur Nikel di Halmahera
Baca Juga: PP Presisi Raih Proyek Bauksit Antam Rp870 Miliar, Mulai Jalan Kuartal II 2026
PTPP menilai keterlibatannya dalam proyek ini sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas nasional serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Perseroan juga menegaskan akan menjaga kualitas pelaksanaan proyek melalui pengendalian mutu, ketepatan waktu, serta penerapan standar keselamatan kerja.
Dengan tambahan proyek ini, PTPP memperkuat posisinya sebagai salah satu kontraktor utama dalam proyek infrastruktur berskala besar di Indonesia, khususnya pada sektor konektivitas wilayah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: