PTPP Perkuat Strategi Bisnis Setelah Kantongi Kontrak Rp6,88 Triliun Hingga April 2026
Kredit Foto: PTPP
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkuat strategi bisnis di tengah dinamika industri konstruksi nasional setelah membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp6,88 triliun hingga April 2026. Perseroan juga meresmikan langkah penguatan fundamental melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, Selasa (19/5).
Berdasarkan laporan perseroan, perolehan kontrak baru hingga April 2026 didominasi proyek pemerintah sebesar 82%, disusul proyek BUMN 10% dan swasta 8%.
Dari sisi lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor jalan dan jembatan sebesar 35%, disaster response 26%, rumah sakit 16%, smelter dan pertambangan 10%, gedung 6%, pelabuhan 3%, sumber daya air 3%, serta infrastruktur air 2%.
"Salah satu proyek dengan kontribusi terbesar terhadap kontrak baru perseroan ialah pembangunan Jalan KSPEAN Wanam–Muting Segmen 1 dengan nilai kontrak mencapai Rp1,77 triliun," ujar Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo, Jakarta, Selasa (19/5/2025).
Penguatan kinerja operasional tersebut berlanjut dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang menyetujui tujuh agenda strategis perusahaan, mulai dari pengesahan laporan keuangan, penetapan auditor, remunerasi pengurus, hingga perubahan anggaran dasar dan susunan pengurus.
Pada agenda perubahan anggaran dasar, pemegang saham menyetujui pengalihan 31.619.477 lembar saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada BP BUMN. Saham tersebut akan diubah menjadi saham Seri A Dwiwarna untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN yang mengatur kepemilikan 1% saham Seri A Dwiwarna oleh Negara Republik Indonesia melalui Kepala BP BUMN.
Baca Juga: PTPP Rampungkan 69 Titik SPPG untuk Perkuat Program MBG
Baca Juga: PTPP Tegaskan ESG Jadi DNA Bisnis Lewat Transformasi Hijau
RUPS juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, menjadi sebagi berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama/Komisaris Independen: Dhony Rahajoe
- Komisaris: Setya Nugraha
- Komisaris: Aisyah Zakiyyah
- Komisaris: Giri Suprapdiono
- Komisaris Independen: Tjia Marwan
- Komisaris Independen: Ain Rika Armina
Direksi:
- Direktur Utama: Novel Arsyad
- Direktur Keuangan: Faizal Rahmad
- Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Tommy Wiranata A
- Direktur Strategi Korporasi dan HCM: I Gede Upeksa Negara
- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur: Yul Ari Pramuraharjo
- Direktur Operasi Bidang Gedung: Yuyus Juarsa
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: