Dorong Literasi Kripto Generasi Muda, PINTU dan OJK Gelar Edukasi di Unpad
Kredit Foto: Ist
Di tengah pesatnya minat generasi muda terhadap investasi aset kripto (crypto), platform investasi PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan mahasiswa.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Pintu Goes to Campus bertajuk "Financial Literacy" yang digelar di Bale Sawala, Kampus Unpad Jatinangor, Kamis (9/4/2026). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa dan diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada delapan mahasiswa berprestasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman investasi digital yang komprehensif, agar mereka tidak sekadar ikut-ikutan tren (Fear of Missing Out/ FOMO).
Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, mengungkapkan bahwa tantangan utama di industri kripto saat ini bukanlah tingkat adopsi, melainkan edukasi. Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor kripto di Indonesia telah menembus 21,07 juta orang, sebuah angka yang melampaui jumlah investor saham.
"Di tingkat global, 1 dari 15 orang sudah pernah berinvestasi kripto. Jadi masalahnya bukan pada adopsi, tetapi pada literasi dan edukasinya. Untuk itu, kami turun ke kampus-kampus agar teman-teman mahasiswa memiliki pemahaman yang matang sebelum mulai berinvestasi," jelas Timothius.
Menanggapi tingginya animo tersebut, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti masih besarnya jurang pemisah (gap) antara inklusi dan literasi kripto di masyarakat.
Djoko mengingatkan mahasiswa untuk selalu menerapkan prinsip "2L" ala OJK, yakni Legal dan Logis, sebelum menaruh dana mereka.
"Pastikan aset digitalnya legal dan Anda bertransaksi di platform atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi resmi oleh OJK. Selain itu, pastikan penawarannya logis. Jangan pernah mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti," tegas Djoko.
Langkah preventif dan edukatif ini disambut positif oleh Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. Ia menilai pemahaman mendalam tentang ragam produk keuangan modern sangat krusial bagi mahasiswa guna menghindari jeratan masalah finansial di masa depan.
"Saat ini ada begitu banyak produk keuangan. Kalau kita tidak pelajari dengan baik, hal ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Edukasi dari OJK dan PINTU ini sangat bermanfaat sebagai bekal masa depan mahasiswa," ujar Prof. Arief.
Ke depannya, PINTU menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang belajar berkelanjutan. Harapannya, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen tren, tetapi mampu menganalisis pasar dan mengambil keputusan finansial secara bijak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement