Kredit Foto: Azka Elfriza
Peta Jalan Rp13.032 Triliun
Rosan menegaskan, capaian awal tahun ini merupakan fondasi penting untuk mengejar sasaran akumulasi investasi jangka menengah (RPJMN 2025–2029), yang ditetapkan sebesar Rp13.032,8 triliun.
Target ambisius ini dipasang guna menyokong visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.
Guna memitigasi risiko geopolitik dan ketidakpastian birokrasi, kementerian mengandalkan kebijakan fiktif positif pada sistem Online Single Submission (OSS).
Kebijakan ini memastikan izin investasi otomatis terbit, jika kementerian teknis tidak merespons dalam waktu 20 hari.
“Sejak implementasi PP 28/2025 dan kebijakan fiktif positif, terjadi lonjakan 1,8 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) baru hanya dalam kurun waktu 5 bulan terakhir."
"Ini menunjukkan gairah dunia usaha tetap tinggi,” paparnya.
Baca Juga: India Siap Investasi di Industri Logam Indonesia
Pemerintah juga mengonfirmasi anggaran pengembangan sistem OSS kini telah disetujui untuk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) dan blockchain.
Langkah ini ditujukan untuk mempercepat integrasi layanan di 18 kementerian/lembaga secara otomatis pada tahun ini. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus