Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BRI Cetak Laba Rp57 Triliun, Dividen Rp52,1 Triliun Mengalir ke Investor

BRI Cetak Laba Rp57 Triliun, Dividen Rp52,1 Triliun Mengalir ke Investor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menarik perhatian pasar dengan pembagian dividen final tahun buku 2025 senilai Rp31,47 triliun. Dengan tambahan itu, total dividen yang dibagikan BRI mencapai Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham.

Pembagian dividen jumbo ini menjadi sinyal bahwa kinerja BRI sepanjang 2025 masih terjaga solid. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BRI tetap mampu menjaga profitabilitas sekaligus memberi imbal hasil yang besar kepada pemegang saham.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal bagi investor. Menurut dia, keputusan tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang kuat dan pengelolaan risiko yang tetap terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery dilansir dari ANTARA.

Kinerja itu terlihat dari laba konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun. Adapun total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Jumat (10/4), BRI telah menetapkan total dividen sebesar Rp52,1 triliun. Dari jumlah itu, dividen interim sebesar Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham sudah lebih dulu dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Dengan struktur pembagian tersebut, BRI menegaskan bahwa dividen final kali ini bukan keputusan mendadak. Perseroan sudah menyusun pembagian hasil usaha secara bertahap sejak awal tahun.

BRI juga memastikan penetapan dividen final dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa pembagian laba dilakukan dalam koridor tata kelola perusahaan yang berlaku.

Bagi investor, jadwal dividen ini menjadi informasi penting untuk mencatat peluang kepemilikan saham. Cum date untuk pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 20 April 2026, sedangkan pasar tunai pada 22 April 2026.

Setelah itu, awal perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen berlaku pada 21 April 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi. Untuk pasar tunai, ex dividen dimulai pada 23 April 2026.

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen atau recording date ditetapkan pada 22 April 2026. Sementara itu, pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 8 Mei 2026.

Hery menambahkan bahwa pembagian dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid. Menurut dia, langkah tersebut juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa peran BRI sebagai bagian dari Danantara turut memberi nilai strategis bagi pembagian dividen ini. Menurut dia, kontribusi tersebut sejalan dengan dukungan BRI terhadap pembangunan nasional.

BRI selama ini memang dikenal memiliki basis bisnis yang kuat di segmen UMKM. Di saat bersamaan, akselerasi transformasi digital membuat layanan bank ini semakin luas dan efisien untuk menjangkau lebih banyak nasabah.

Baca Juga: BRI Jual BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara, Nilai Transaksi Tembus Rp1,3 triliun

Kombinasi dua faktor itu menjadi fondasi utama yang menopang kinerja BRI pada 2025. Tidak hanya menguntungkan pemegang saham, performa itu juga memperlihatkan bahwa model bisnis berbasis UMKM masih sangat relevan di tengah perubahan industri keuangan.

Pembagian dividen final Rp31,47 triliun membuat BRI kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu emiten perbankan paling menarik di pasar modal. Bagi investor, angka jumbo ini menjadi bukti bahwa kinerja solid masih bisa berujung pada imbal hasil yang besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement