Kredit Foto: Istimewa
PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) mencatat kontribusi signifikan dari berbagai produk perdagangan komoditas dan derivatif sepanjang 2025. Pada sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95% pangsa pasar ekspor timah Indonesia dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$1,7 miliar.
Dari sisi perdagangan derivatif, kontrak olein berkode OLE01 menjadi salah satu kontributor utama aktivitas transaksi. Kontrak ini menyumbang 38,7% terhadap total volume transaksi Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX, dengan volume mencapai 615.028 lot.
Dominasi produk juga terlihat pada perdagangan over-the-counter (OTC). Kontrak Loco Gold mendominasi aktivitas transaksi dengan porsi mencapai 85,2% dari total volume perdagangan OTC di JFX.
“Dari sisi kinerja, sejumlah produk unggulan JFX menunjukkan kontribusi signifikan terhadap aktivitas perdagangan,” ujar Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Yazid Kanca Surya, dalam acara halal bihalal dan media gathering di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Yazid menambahkan, selain komoditas, JFX juga memiliki produk berbasis efek global melalui skema PALN yang mencakup perdagangan saham dan exchange traded fund (ETF) Amerika Serikat. Produk ini menjadi bagian dari diversifikasi instrumen di JFX, dengan tren transaksi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
JFX juga mengembangkan perdagangan emas digital yang menggabungkan kemudahan transaksi berbasis digital dengan kepastian underlying emas fisik. Skema ini dinilai mampu memberikan keseimbangan antara aksesibilitas dan keamanan bagi investor.
Dari sisi pengembangan, JFX terus menghadirkan inovasi untuk memperluas akses pasar. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah kontrak berukuran mikro dan nano pada komoditas seperti emas, perak, tembaga, dan energi, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi investor ritel.
“Ke depan, JFX berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur pasar yang kredibel, mendorong transparansi, serta memperluas akses terhadap instrumen keuangan yang relevan bagi pelaku usaha maupun investor di Indonesia,” ujar Yazid.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement