Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI Jadi 5%, Ini Faktor Utamanya

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI Jadi 5%, Ini Faktor Utamanya Kredit Foto: IMF
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% pada 2026 dari sebelumnya 5,1% dalam laporan Januari 2026, seiring memburuknya kondisi ekonomi global akibat konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan ketidakpastian yang meningkat. 

Penurunan proyeksi Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti pelemahan ekonomi global yang kini diperkirakan hanya tumbuh 3,1% pada 2026. IMF menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok global, meningkatkan harga komoditas, serta memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara. 

“Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat secara bertahap," tulis IMF dalam laporan World Economic Outlook (WEO) April 2026, dikutip Rabu (15/4/2026). 

Dalam laporan tersebut, IMF juga menegaskan bahwa negara berkembang menghadapi risiko yang lebih besar. IMF menyebut, “Negara-negara tersebut berisiko mengalami dampak yang lebih besar akibat kenaikan harga energi dan pangan serta depresiasi nilai tukar."

Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong revisi proyeksi. IMF memperkirakan harga energi global meningkat sekitar 19% pada 2026, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan harga. Kondisi ini meningkatkan biaya produksi dan logistik serta berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Selain itu, ketidakpastian global masih berada pada level tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan puncaknya pada 2025. IMF mencatat bahwa dinamika konflik, kebijakan perdagangan, serta volatilitas pasar keuangan menjadi faktor yang terus membayangi prospek ekonomi. 

Baca Juga: IMF Pangkas Outlook RI, Rupiah Langsung Terkapar

Baca Juga: Dihadapan Purbaya Hingga Perry, IMF Sebut Indonesia Titik Terang Dunia

Baca Juga: IMF: Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat Akan Panjang

Secara regional, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ASEAN-5, termasuk Indonesia, menjadi 4,1% pada 2026. Hal ini menunjukkan tekanan ekonomi terjadi secara luas di kawasan Asia Tenggara.

IMF turut menyoroti bahwa dampak konflik dan kenaikan harga komoditas tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga memicu efek lanjutan melalui ekspektasi inflasi dan kondisi keuangan global yang lebih ketat. Kondisi ini berpotensi menekan investasi dan konsumsi di negara berkembang.

Dengan demikian, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencerminkan perubahan asumsi global yang lebih menantang dibandingkan awal tahun, terutama terkait harga energi, inflasi, dan ketidakpastian geopolitik yang meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement