Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ganjar Pranowo Desak Pemerintah Lakukan 7 Langkah Darurat Ini
Kredit Foto: Istimewa
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor pelemahan baru pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Mata uang Garuda secara mengejutkan ambles dan menembus level psikologis baru di angka Rp18.000 per dolar AS.
Melansir data pasar spot pada pukul 09.05 WIB, rupiah langsung dibuka memerah ke posisi Rp18.003 per dolar AS.
Ketegangan di pasar uang terus berlanjut hingga menjelang siang. Hingga pukul 11.00 WIB, greenback terus menekan rupiah dengan penguatan di kisaran 0,28% hingga 0,76%. Sepanjang pagi ini, fluktuasi tajam terjadi di rentang Rp17.937 hingga Rp18.024 per dolar AS, dengan mayoritas posisi riil tertahan di atas Rp18.010.
Merespons anjloknya nilai tukar rupiah yang kian mengkhawatirkan, Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, langsung angkat suara.
Ganjar menegaskan bahwa pemerintah dan otoritas terkait harus segera mengambil langkah strategis dan taktis untuk menyelamatkan perekonomian nasional.
Menurut Ganjar, kunci utama yang harus segera dilakukan pemerintah saat ini adalah mengembalikan kepercayaan publik (public trust).
"Segera kembalikan kepercayaan publik!" tegas Ganjar dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Guna menahan ambrolnya rupiah lebih jauh, mantan Gubernur Jawa Tengah ini memaparkan tujuh poin evaluasi dan langkah darurat yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah dari pusat hingga daerah:
1. Kembalikan personil lembaga negara dalam fungsi utamanya.
2. Meritokrasi birokrasi berbasis kompetensi
3. Hemat sebenar-benarnya hemat dari pusat sampai daerah tanpa kecuali
4. Genjot ekspor dengan insentif serta regulasi & kelembagaan yang fair
5. Penegakan aturan yang tegas & sama
6. Pers yang bebas
7. Warga bangsa yang bebas dari rasa takut.
Situasi pelemahan rupiah ini diperkirakan masih akan membayangi pasar domestik sepanjang hari ini, seiring dengan tingginya ketidakpastian global dan sentimen ekonomi makro yang dinamis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: