Netanyahu Pasang Syarat Berat, Deal dengan Iran Harus Sentuh Nuklir dan Selat Hormuz
Kredit Foto: Instagram/Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mensyaratkan penghentian program pengayaan uranium dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Israel memandang isu Iran bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi kendali atas jalur strategis energi dunia.
“Pengangkatan uranium yang diperkaya dari Iran, penghentian program pengayaan uraniumnya, dan pembukaan kembali Selat Hormuz,” kata Netanyahu dalam pernyataan video yang ia sampaikan, seraya menegaskan bahwa hal-hal itu diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Washington terus memberi informasi kepada Tel Aviv mengenai pembicaraan dengan Iran. Menurut dia, tujuan Israel dan Amerika Serikat dalam isu ini sejalan.
“Kami siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk kemungkinan bahwa serangan dapat kembali terjadi,” ujarnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Israel belum sepenuhnya memandang jalur diplomasi sebagai jaminan berakhirnya konflik.
Di satu sisi, Netanyahu mengakui adanya komunikasi antara AS dan Israel terkait pembicaraan dengan Iran. Namun di sisi lain, ia tetap membuka kemungkinan bahwa situasi bisa kembali memburuk.
Ia juga menyinggung pembahasan Israel pada Selasa terkait Lebanon, dengan menyatakan bahwa Israel menginginkan “perlucutan senjata Hizbullah dan perdamaian yang berkelanjutan,” tanpa menyebut kemungkinan gencatan senjata.
Menurut Netanyahu, operasi militer Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung dan berfokus pada kota Bint Jbeil, yang ia sebut sebagai basis Hizbullah.
Netanyahu menambahkan bahwa Israel telah memutuskan untuk memperluas kehadirannya di Lebanon selatan menuju Jabal al-Sheikh.
Ia menyebut langkah itu bertujuan untuk “membantu kaum Druze,” yaitu kelompok etnoreligius berbahasa Arab yang banyak tinggal di Suriah, Lebanon, Israel, dan wilayah sekitarnya.
Komunitas Druze memiliki identitas dan tradisi keagamaan tersendiri, sehingga pernyataan itu merujuk pada komunitas minoritas yang memiliki posisi penting di kawasan tersebut.
Baca Juga: Habis Luncurkan Serangan Besar-besaran, Israel Kini Minta Berunding dengan Lebanon
Secara keseluruhan, pernyataan Netanyahu menunjukkan pesan yang tegas: kesepakatan dengan Iran belum akan mudah tercapai, sementara Israel tetap ingin memastikan setiap pembicaraan berjalan sesuai syarat yang dianggap menguntungkan keamanannya.
Di saat yang sama, ia juga menegaskan bahwa konflik di kawasan belum benar-benar mereda, baik di Iran maupun Lebanon.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement