Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Boy Thohir (AADI) Bakal Gelar Buyback Saham Rp5 Triliun

Emiten Boy Thohir (AADI) Bakal Gelar Buyback Saham Rp5 Triliun Kredit Foto: Adaro.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten Boy Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

Rencana ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026.

"Sumber dana yang akan digunakan untuk pembelian kembali saham Perseroan sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan. Penggunaan dana untuk pembelian kembali saham perseroan tersebut tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan," kata manajemen.

Dalam pelaksanaannya, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal ditempatkan. Selain itu, aksi ini juga dipastikan tidak akan membuat kekayaan bersih Perseroan turun di bawah jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.

Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler, dengan harga pembelian maksimal setara atau lebih rendah dari harga transaksi sebelumnya. Untuk mendukung pelaksanaan ini, Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek sebagai pelaksana.

Dari sisi strategi, langkah ini dinilai memberi ruang fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengeksekusi buyback kapan saja sesuai kondisi pasar, dengan jangka waktu maksimal 12 bulan sejak persetujuan RUPS diperoleh.

Lebih dari itu, buyback diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham AADI sekaligus mendorong harga saham agar lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Baca Juga: Adaro Andalan (AADI) Bakal Jual 47,99% Saham Tambang Kestrel Australia

"Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi para pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya," jelas manajemen.

Manajemen juga memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja maupun pendapatan. Hal ini didukung oleh posisi saldo laba dan arus kas yang dinilai cukup kuat untuk membiayai pelaksanaan buyback tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement