Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kompolnas Sentil TNI soal Begal, Sebut Polri Sudah Punya Teknologi Canggih dan Rekam Jejak Panjang Berantas Kejahatan Jalanan

Kompolnas Sentil TNI soal Begal, Sebut Polri Sudah Punya Teknologi Canggih dan Rekam Jejak Panjang Berantas Kejahatan Jalanan Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang mengizinkan prajurit membantu menangani aksi begal mendapat sorotan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Alih-alih membahas peran TNI, Kompolnas justru menegaskan bahwa Polri memiliki kemampuan yang cukup untuk memberantas kejahatan jalanan.

Menurut Komisioner Kompolnas Choirul Anam, kepolisian saat ini didukung berbagai perangkat modern yang membuat pengungkapan kasus begal semakin mudah. Karena itu, ia menilai Polri harus percaya diri dengan kapasitas yang dimiliki.

"Saya kira, dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan," kata Anam kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi telah memberikan keuntungan besar dalam mendukung kerja aparat penegak hukum.

Anam menegaskan kepolisian tidak hanya didukung sumber daya manusia yang memadai, tetapi juga perlengkapan dan sistem keamanan yang semakin canggih. Kondisi tersebut membuat upaya memburu pelaku kejahatan jalanan bisa dilakukan secara lebih efektif.

"Apalagi kepolisian sudah ditunjang secara personal, ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih," ujarnya. 

Ia juga menyoroti semakin luasnya penggunaan kamera pengawas atau CCTV di berbagai wilayah perkotaan. Menurutnya, infrastruktur keamanan tersebut menjadi alat penting untuk membantu penyelidikan kasus kriminal.

"Secara jalanan, banyak CCTV di mana-mana. Secara masyarakat, masyarakat juga sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi antar-sesama masyarakat, plus masyarakat dengan kepolisian, apalagi ada 110," tuturnya.

Keberadaan hotline darurat dinilai semakin memudahkan masyarakat melapor ketika menemukan tindak kejahatan.

Selain teknologi, Kompolnas menilai Polri memiliki modal besar berupa pengalaman panjang menghadapi aksi begal di berbagai daerah. Berbagai kasus besar yang pernah diungkap menjadi bukti bahwa institusi tersebut memiliki rekam jejak yang kuat.

"Rekam jejaknya cukup panjang ya, kepolisian menghadapi begal ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan beberapa kasus-kasus gede berhasil," kata Anam.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.

Anam juga menyinggung dukungan teknologi pengenal wajah yang kini mulai digunakan sejumlah instansi pemerintah. Integrasi berbagai sistem pengawasan itu dinilai semakin memperkuat kemampuan aparat dalam melacak pelaku kejahatan.

"Dibantu dengan CCTV, tidak hanya CCTV-nya warga, tapi juga CCTV-nya Pemprov, belum lagi Komdigi dan sebagainya yang CCTV-nya canggih, bisa deteksi wajah dan sebagainya," ujarnya.

Dengan dukungan tersebut, ia menilai Polri tidak memiliki alasan untuk ragu dalam menangani aksi begal.

Baca Juga: Turun Tangan Berantas Begal, TNI AD: Sah!

Karena itu, Kompolnas meminta kepolisian terus mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki demi menjaga keamanan publik. Di saat yang sama, masyarakat juga diimbau aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungannya.

"Penting kepolisian kita dorong dan kita support supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga. Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian sampai level paling bawah," pungkasnya.

Menurutnya, kolaborasi masyarakat dan aparat menjadi kunci utama menekan angka kejahatan jalanan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama