- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Konversi Utang, Grup Bakrie (UNSP) Rancang Private Placement Rp4,35 Triliun
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperbaiki struktur keuangannya. Perseroan berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui skema konversi utang menjadi saham.
Dalam aksi ini, UNSP akan mengonversi utang senilai Rp4.351.533.821.920 menjadi saham baru Seri B sebanyak 14.505.112.734 lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 580,17% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Utang yang dikonversi berasal dari sejumlah kreditur dan pemegang surat utang, antara lain Poseidon Corporate Services Limited, Pacific Harbor Advisors Pte. Ltd (PHA), Netland Investments Limited, Alexander Kirk Bradford, Drake Private Investments, LLC, Unbounded Opportunities Fund SPC, Sundaresan Hariharan, hingga entitas seperti PT Bakrie Capital Indonesia, Indo Alam Resources Pte. Ltd, PT Biofuel Indo Sumatra (BIS), dan PT Danatama Makmur Sekuritas.
"Dengan dilakukannya transaksi konversi utang menjadi saham baru melalui mekanisme PMTHMETD, langkah ini akan memperbaiki posisi keuangan Perseroan, dimana Perseroan akan memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan yang berkurang, dan arus kas yang lebih kuat di masa yang akan datang," kata manajemen.
Rencana ini akan dieksekusi setelah mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Senin, 25 Mei 2026. Adapun harga pelaksanaan saham baru ditetapkan sebesar Rp300 per lembar.
Baca Juga: Penjualan Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Tumbuh 10% Jadi Rp2,56 Triliun
Baca Juga: Bakrie Capital Borong Saham BIPI, Habiskan Dana Rp116 Miliar
"Tidak ada penggunaan dana dalam PMTHMETD ini karena PMTHMETD ini merupakan konversi utang Perseroan terhadap para kreditur dan para pemegang surat utang, dimana merupakan suatu penyelesaian utang Perseroan terhadap para kreditur dan para pemegang surat utang," ujar manajemen.
Dampak rencana PMTHMETD adalah presentase kepemilikan saham untuk setiap pemegang saham lama Perseroan akan mengalami penurunan yaitu akan terdilusi sebesar 85,30% setelah Rencana PMTHMETD dilaksanakan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement