Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi pegawai kementerian, instansi pemerintah, lembaga perundang-undangan, dan badan usaha milik negara di Malaysia resmi dimulai pada hari ini.
Namun, pada hari pertama pelaksanaannya, arus lalu lintas dilaporkan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan hari kerja normal.
Sebagaimana dilaporkan oleh Bernama, kebijakan WFH ini sejatinya diterapkan sebagai upaya pemerintah untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar di tengah krisis energi global.
Juru bicara Otoritas Jalan Raya Malaysia (LLM) menyampaikan, arus kendaraan mulai padat dan melambat sejak pukul 07.00 pagi seiring dengan banyaknya warga yang tetap beraktivitas keluar rumah.
"Situasi lalu lintas masih terkendali dan tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dari hari kerja biasa," ujarnya, seperti dilansir dari Bernama.
Hingga pukul 09.20 waktu setempat, perlambatan arus laju kendaraan terpantau merata di sejumlah ruas tol utama di sekitar Lembah Klang (Klang Valley).
Di Jalan Tol Utara-Selatan (PLUS), kepadatan terjadi mulai dari RS Sungai Buloh menuju Bukit Lanjan, Putra Mahkota ke Kajang, hingga gerbang tol Sungai Besi yang mengarah ke pusat kota.
Kondisi jalanan yang padat merayap juga terjadi di hampir seluruh jaringan jalan tol komuter lainnya. Laporan titik kemacetan meliputi:
Arah Pusat Kota dan Perkantoran: Tol NKVE (Damansara), Tol KESAS, dan Tol Elite yang mengarah ke Putrajaya, Shah Alam, dan Bandar Saujana Putra.
Ruas Tol Lingkar dan Penghubung: Kepadatan terpantau di Tol Besraya, NPE (Pantai Dalam dan Sunway), serta LDP (Puchong dan Taman Megah).
Jalur Tol Layang dan Antar-Distrik: Kemacetan merata di ruas AKLEH, LKSA, Silk Highway, MEX, LEKAS, Sprint Highway, DASH, DUKE, hingga GCE.
Masih tingginya mobilitas warga di hari perdana ini memunculkan pertanyaan mengenai seberapa efektif kebijakan WFH dalam mengurangi penggunaan bahan bakar.
Hal ini sejalan dengan pandangan Federasi Majikan Malaysia (MEF) sebelumnya, yang juga meragukan bahwa kebijakan tersebut akan membawa dampak penurunan konsumsi bahan bakar yang signifikan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement