Dua Warga Malaysia Ikut Ditahan Israel Bersama Jurnalis Republika, Anwar Ibrahim Sampaikan Kecaman Keras
Kredit Foto: Antara/Virna Puspa Setyorini
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut sedikitnya 11 kapal telah terkonfirmasi dibajak militer Israel saat berlayar dari Marmara, Turki menuju Gaza.
Kapal-kapal tersebut disebut dicegat sekitar 250 mil laut dari wilayah Gaza ketika menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional menuju Gaza, Palestina.
Dalam rombongan itu terdapat sejumlah relawan asal Indonesia dan Malaysia, termasuk dua jurnalis dari Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. Selain itu, ada juga jurnalis Tempo Andre Prasetyo dan jurnalis iNews Heru Rahendro.
Rombongan membawa obat-obatan, bantuan logistik, serta ratusan relawan lintas negara yang bertujuan menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Palestina. GPCI menegaskan para relawan tidak membawa senjata.
Berdasarkan data Global Sumud Flotilla per Senin pukul 21.20 WIB, GPCI menyebut lima delegasi Indonesia telah diintersepsi tentara Israel saat berada di laut lepas Mediterania menuju Gaza.
Di kapal Bolarize, Bambang Noroyono bersama dua warga Malaysia disebut telah ditahan militer Israel.
Sementara di kapal Ozgurluk terdapat tiga warga negara Indonesia, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.
Satu WNI lainnya, Andi Angga, yang berada di kapal Josef juga disebut telah ditahan tentara Israel.
Adapun dua WNI lainnya, yakni Asad Aras dan Hendro Prasetyo, dilaporkan masih berlayar menggunakan kapal Kasri Sadabad hingga Senin malam.
Di kapal Zefiro, terdapat pula dua relawan Indonesia lainnya, yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.
Baca Juga: Dulu Favoritnya Wisatawan Malaysia, RM Pagi Sore Kini Diancam Boikot karena Salah Tuduh Tak Bayar
Sementara itu, dari seratusan aktivis yang ditahan tersebut terdapat 16 aktivis dari Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pun menyatakan kecamannya.
"Israel harus mempertanggungjawabkan tindakannya," tegas Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Senin (18/5/2026) dikutip dari Antara.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga terus berupaya memastikan keselamatan para warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: