Kredit Foto: Tineco
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan industri kimia hilir, termasuk sektor cat dan pelapis, sebagai sektor strategis yang terus mencatat pertumbuhan positif.
Pada 2025, kapasitas terpasang industri cat nasional mencapai 1,5 juta metrik ton per tahun dengan penyerapan 36.000 tenaga kerja. Sementara itu, potensi kebutuhan pasar domestik diperkirakan melampaui 1 juta metrik ton.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menekankan pentingnya aspek kualitas dan keamanan produk guna menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi masyarakat.
“Pemerintah berkomitmen mendorong industri yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga bertanggung jawab melalui penerapan standar dan kebijakan yang tepat,” ujar Emmy di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Sejalan dengan itu, PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint) memastikan seluruh produk cat bebas timbal telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mengacu pada praktik terbaik internasional.
Komitmen ini diperkuat melalui sertifikasi SNI untuk cat dekoratif berbasis pelarut dengan batas kandungan timbal maksimal 90 ppm (parts per million), sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO).
Baca Juga: Waspada! Varian Baru Trojan SparkCat Menyelinap di App Store dan Google Play
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia-India Siap Dongkrak Industri Tekstil di Tengah Ketidakpastian
President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, Takahiko Tsuda, menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
“Kansai Paint percaya cat tidak hanya memperindah, tetapi juga berkontribusi pada rasa aman, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Program Manager Lead Exposure Elimination Project (LEEP), Ivan Mahardika, menilai paparan timbal masih menjadi isu utama kesehatan lingkungan, terutama bagi anak-anak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement