Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, angkat bicara mengenai kabar merapatnya Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ke dalam kabinet pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Andi Gani mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar rumor terkait posisi strategis yang kabarnya akan diemban oleh koleganya tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, Said Iqbal diproyeksikan untuk mengisi posisi sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
"Saya mendengar kabar bahwa Pak Said Iqbal nantinya bakal ditunjuk sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan," ujar Andi Gani saat dimintai tanggapan oleh awak media.
Meskipun demikian, Andi Gani menegaskan bahwa kepastian mengenai bergabungnya Said Iqbal dalam jajaran penasihat istana sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Berbeda dengan Said Iqbal, Andi Gani secara pribadi menegaskan menolak untuk ikut masuk ke dalam jajaran kabinet. Ia memilih untuk tetap berada di luar sistem guna mengawal langsung aspirasi para pekerja dari akar rumput.
"Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai Pemimpin Buruh. Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam Pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh," jelas Andi Gani.
Walaupun menolak jabatan, Andi Gani tetap memberikan apresiasi dan dukungan penuh bagi rekan seperjuangannya jika memutuskan untuk bergabung dengan pemerintahan. Ia menaruh harapan besar agar semangat perjuangan buruh tidak luntur meskipun kini berada di dalam sistem kekuasaan.
Profil Singkat Said Iqbal
Sosok Said Iqbal sendiri merupakan salah satu tokoh dalam gerakan buruh modern di Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 ini memiliki latar belakang pendidikan Teknik Mesin dari Politeknik Universitas Indonesia dan Universitas Jayabaya.
Kariernya di dunia perburuhan dimulai dari bawah, yakni saat menjadi pekerja di sebuah pabrik elektronik di Bekasi pada tahun 1992. Said Iqbal lalu mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Sejak tahun 2012, ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Kiprah politiknya semakin diperhitungkan setelah ia memimpin pengaktifan kembali Partai Buruh pada tahun 2021 dan membawa partai tersebut menjadi salah satu peserta Pemilu 2024 meski tak lolos ambang batas parlemen 4 persen.
Di sisi lain, Said Iqbal bukanlah satu-satunya tokoh buruh yang dikaitkan dengan pemerintahan baru. Tokoh pergerakan buruh lainnya, Jumhur Hidayat, telah lebih dahulu masuk ke pemerintahan setelah resmi dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: