Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
1. Tidak Memiliki Hak Suara: Pemegang saham prefen umumnya tidak bisa ikut menentukan kebijakan perusahaan dalam RUPS.
2. Potensi Capital Gain Terbatas: Peluang keuntungan dari kenaikan harga saham lebih kecil karena dividen tetap lebih dominan.
3. Kurang Fleksibel: Saham preferen tidak seatraktif saham biasa bagi investor yang mengejar pertumbuhan agresif.
4. Ketergantungan pada Perusahaan: Jika perusahaan kesulitan keuangan, pembayaran dividen preferen bisa tertunda.
Apakah Saham Preferen Cocok untuk Anda?
Saham preferen bisa menjadi pilihan investasi yang menarik, namun kesesuaiannya sangat bergantung pada profil dan tujuan investor.
Baca Juga: Apa Itu Saham Gorengan? Waspada Cuan Cepat Tapi Berisiko
Baca Juga: Hati-Hati! Ini Ciri Investor Saham yang Terjebak FOMO
Saham ini cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan stabil, lebih nyaman dengan risiko rendah dibanding saham biasa, tidak terlalu peduli dengan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan, dan fokus pada kepastian arus kas daripada mengejar capital gain besar.
Namun saham jenis ini tidak cocok bagi investor yang menginginkan hak suara dalam RUPS untuk ikut menentukan arah perusahaan, mengejar pertumbuhan agresif dan potensi keuntungan besar dari kenaikan harga saham, serta lebih tertarik pada fluktuasi pasar untuk peluang trading jangka pendek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement