Lebih dari 1 Juta Rekening Diretas, Kaspersky Soroti Perubahan Pola Serangan Siber Finansial
Kredit Foto: F5
Ancaman terbesar datang dari infostealer yang mengalami lonjakan signifikan.
Data menunjukkan peningkatan deteksi global sebesar 59% pada 2025, bahkan mencapai 132% di kawasan Asia Pasifik.
Malware ini mampu mencuri kredensial login, cookie, hingga data kartu perbankan yang kemudian dimanfaatkan untuk pembajakan akun atau penipuan langsung.
Menurut Kaspersky Digital Footprint Intelligence, lebih dari satu juta akun dari 100 bank terbesar dunia telah bocor ke dark web.
Bahkan, 74% kartu pembayaran yang dicuri masih valid hingga Maret 2026, menunjukkan lamanya siklus eksploitasi data curian.
“Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement