Lebih dari 1 Juta Rekening Diretas, Kaspersky Soroti Perubahan Pola Serangan Siber Finansial
Kredit Foto: F5
"Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri oleh infostealer dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana."
"Sementara, perangkat phishing yang ditargetkan pada pengguna produk finansial ditawarkan sebagai layanan siap pakai," urai Analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence Polina Tretyak dalam keterangan resmi.
Hal ini menciptakan ekosistem berkelanjutan, di mana pencurian data dan operasi penipuan saling menguatkan satu sama lain, membuat serangan dapat diskalakan dan mudah dilakukan oleh penipu dengan pengalaman minimal.
Untuk mengantisipasi ancaman ini, Kaspersky menyarankan pengguna individu menggunakan autentikasi multifaktor, membuat kata sandi unik, serta menghindari tautan mencurigakan.
Baca Juga: Lebih dari 18 Juta Serangan Siber Mengintai Bisnis Asia Tenggara, Indonesia Masuk 3 Besar
Penggunaan solusi keamanan seperti Kaspersky Premium juga direkomendasikan, untuk mendeteksi situs phishing dan toko online palsu.
Sementara, bagi bisnis, perusahaan disarankan melakukan audit infrastruktur secara menyeluruh, mengimplementasikan sistem keamanan terintegrasi, serta memanfaatkan pemantauan dark web guna mengidentifikasi potensi ancaman sejak dini. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement