Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik, Pertamax Turbo Jadi Rp19.400 per Liter

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik, Pertamax Turbo Jadi Rp19.400 per Liter Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian ini mencakup sejumlah produk, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang menetapkan formula harga jual eceran BBM nonsubsidi berdasarkan rata-rata harga minyak dunia (MOPS/Argus) serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pada pertengahan April 2026, harga minyak mentah global jenis Brent crude oil tercatat berada di kisaran US$98 per barel. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.130 per dolar AS. Dua faktor ini menjadi pendorong utama kenaikan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Mengacu pada laman resmi MyPertamina, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan sebesar Rp6.300 per liter atau sekitar 48,1 persen, dari sebelumnya Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Harga tersebut berlaku di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Kenaikan juga terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.600 per liter, naik Rp9.400 atau sekitar 66,2 persen dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex juga naik menjadi Rp23.900 per liter, meningkat Rp9.400 atau sekitar 64,8 persen dari posisi sebelumnya Rp14.500 per liter, dengan cakupan wilayah yang sama.

Di sisi lain, Pertamina memastikan tidak ada perubahan pada harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi dipatok Rp6.800 per liter. Adapun Pertamax (RON 92) juga tidak mengalami perubahan dan bertahan di Rp12.300 per liter.

Meski mengalami penyesuaian, Pertamina mengklaim harga BBM nonsubsidi yang ditawarkan masih kompetitif dibandingkan operator swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR untuk jenis dengan angka oktan (RON) atau cetane number (CN) yang setara.

Per 18 April 2026, harga RON 92 Pertamina tercatat Rp12.300 per liter, masih di bawah operator swasta di kisaran Rp12.390. Untuk RON 95, Pertamax Green berada di level Rp12.900, juga relatif lebih rendah dibandingkan kompetitor di kisaran Rp12.930.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tetap Bijak Manfaatkan Energi, Pertamina Pastikan Pasokan Nasional Aman di Tengah Gejolak Global

Pada segmen diesel CN 53, Pertamina Dex dijual Rp23.900 per liter, masih lebih murah dibandingkan produk sejenis dari BP, yakni BP Ultimate Diesel yang mencapai Rp25.560 per liter.

Secara regional, harga BBM di Indonesia masih bersaing dengan harga bahan bakar di negara-negara Asia Tenggara. Di Malaysia misalnya, harga diesel Semenanjung Malaysia tercatat RM5.52 atau sekitar Rp23.937 per liter, lebih tinggi dibandingkan Pertamina Dex di Indonesia.

Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah, di tengah tekanan global yang memengaruhi sektor energi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement