Danone Klarifikasi Foto Balita di Kemasan AQUA, Sebut Label Sekunder pada Kemasan Bundling
Kredit Foto: Istimewa
Isu penggunaan visual balita pada kemasan air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA menjadi sorotan di media dan media sosial. Namun, penelusuran menunjukkan bahwa visual tersebut merupakan bagian dari label sekunder pada kemasan bundling, bukan label utama produk sebagaimana narasi yang berkembang.
Label sekunder atau secondary label merupakan informasi tambahan yang ditempatkan pada kemasan luar (outer pack), khususnya untuk kebutuhan distribusi dan identifikasi produk dalam penjualan bundling. Hal ini berbeda dengan label utama pada masing-masing botol yang memuat informasi wajib terkait produk.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menjelaskan bahwa visual yang diperdebatkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan desain label.
“Visual yang dimaksud merupakan bagian dari secondary label pada kemasan bundling 6 botol AQUA 1500 ml, yaitu informasi tambahan pada kemasan luar yang digunakan untuk kebutuhan distribusi dan identifikasi produk bundling, dan bukan label utama produk sebagaimana label di kemasan utama (di botol),” ujarnya.
Ia menambahkan, jika dilihat secara utuh, label tersebut menampilkan ilustrasi keluarga secara keseluruhan. Dengan demikian, visual tersebut tidak menempatkan balita sebagai objek tunggal sebagaimana yang dipersepsikan dalam sebagian pemberitaan.
Dalam klarifikasinya, AQUA juga menegaskan tidak terdapat klaim atau pesan bahwa produk tersebut diperuntukkan khusus bagi bayi atau balita. Produk AMDK sendiri masuk dalam kategori pangan umum yang pengaturannya berada di bawah ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Seluruh informasi pada kemasan utama telah sesuai ketentuan BPOM. Label sekunder dibuat hanya dalam konteks penjualan bundling,” kata Arif.
Sejumlah pengamat komunikasi menilai isu ini menunjukkan pentingnya membaca konteks visual secara utuh, terutama di era distribusi informasi digital yang kerap memotong sebagian elemen untuk memperkuat narasi tertentu. Pemotongan visual tanpa melihat keseluruhan desain dinilai berpotensi memunculkan persepsi yang tidak lengkap.
Di sisi lain, perhatian dari lembaga perlindungan konsumen dan anak tetap dianggap penting dalam menjaga praktik komunikasi yang bertanggung jawab. Diskursus publik mengenai etika visual pada produk konsumsi dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka regulasi dan konteks yang proporsional.
AQUA menyatakan telah melakukan peninjauan internal terhadap seluruh materi komunikasi dan kemasan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta prinsip perlindungan konsumen. Perusahaan juga menegaskan keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pihak.
“AQUA menghargai perhatian dan masukan dari berbagai pihak dan terus berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang bertanggung jawab dengan menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup Arif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement