Kredit Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Ia menambahkan, roket Jielong-3 merupakan roket berbahan bakar padat yang mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 500 kilometer.
Dalam misi kali ini, roket tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit internet ke orbit sun-synchronous.
Fenomena cahaya yang tampak seperti melengkung dan memanjang di langit malam, merupakan efek visual dari gas buang roket yang memantulkan cahaya matahari pada awal malam di atmosfer atas.
Kondisi ini membuat semburan gas tampak terang, meskipun di permukaan Bumi sudah memasuki waktu malam.
Thomas menegaskan, kejadian ini berbeda dari fenomena sebelumnya yang terjadi pada awal April 2026, yang juga sempat terlihat di langit Indonesia.
“Yang terjadi pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement