Kredit Foto: Istimewa
Pengembangan UMKM pengolah kemenyan di tingkat desa diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru, yang mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.
“Melalui parfum ini, kita menjaga hutan, menjaga ekosistem, sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat dari desa."
"Bahan baku kita melimpah dan tidak ada masalah."
"Sekarang saatnya kita membuktikan aroma kemenyan tidak seseram yang dibayangkan, melainkan sebuah kemewahan aromaterapi yang eksotik,” papar Aswandi. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement