Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaga Pengawasan Obat dan Makanan di Tengah Dinamika Global, Kepala BPOM Taruna Ikrar Raih Penghargaan dari GP Farmasi Indonesia

Jaga Pengawasan Obat dan Makanan di Tengah Dinamika Global, Kepala BPOM Taruna Ikrar Raih Penghargaan dari GP Farmasi Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, menerima penghargaan “Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026” dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan strategis dan transformasional dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan nasional di tengah dinamika global.

Penghargaan tersebut diserahkan usai forum diskusi strategis GP Farmasi Indonesia yang membahas kenaikan harga obat di tengah tekanan global, mulai dari ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok bahan baku farmasi, hingga fluktuasi biaya logistik internasional.

Forum ini dihadiri pelaku industri farmasi, pemangku kepentingan sektor kesehatan, serta perwakilan pemerintah, dan menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan obat di dalam negeri.

Ketua Umum GP Farmasi Indonesia, F. Tirto Koesnadi, menyatakan penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan industri terhadap kepemimpinan yang mampu menyeimbangkan fungsi pengawasan dan keberlanjutan industri.

“Di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, BPOM menunjukkan wajah baru: tegas dalam pengawasan, namun progresif dalam mendorong inovasi. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kepemimpinan visioner menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara akses masyarakat terhadap obat dan keberlangsungan industri,” ujarnya.

Menanggapi penghargaan tersebut, Taruna menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran BPOM bersama mitra industri, akademisi, dan pemerintah.

“Penghargaan ini adalah amanah. BPOM akan terus memperkuat pengawasan berbasis sains, digitalisasi sistem perizinan, serta mendorong kemandirian farmasi nasional agar tidak rentan terhadap tekanan global. Kita tidak hanya menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga memastikan akses dan keterjangkauan obat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Taruna.

Ia juga menyoroti dampak dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut memengaruhi rantai pasok farmasi dunia. Gangguan distribusi dan kenaikan biaya energi dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya harga bahan baku obat, yang berpotensi berdampak pada harga obat di berbagai negara.

“Geopolitik hari ini berdampak langsung pada sektor kesehatan. Karena itu, Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional di bidang farmasi, termasuk melalui hilirisasi bahan baku obat dan penguatan industri dalam negeri,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Taruna, BPOM mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk perolehan status WHO Listed Authority (WLA) dari World Health Organization. Status ini menempatkan Indonesia sejajar dengan otoritas pengawas obat negara maju seperti US Food and Drug Administration dan European Medicines Agency, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk farmasi Indonesia menembus pasar global.

Baca Juga: Layanan BPJS Kesehatan Kini Bisa Diakses 24 Jam Lewat WhatsApp

Selain itu, BPOM juga terus mendorong transformasi digital, memperkuat pengawasan rantai pasok, serta menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan pertumbuhan industri nasional. Dengan potensi sektor yang diawasi mencapai ribuan triliun rupiah, BPOM dinilai memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Ke depan, BPOM bersama GP Farmasi Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri farmasi berbasis riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement