Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Indonesia, Ini Lima Negara yang Naikkan Harga BBM Secara Signifikan

Bukan Indonesia, Ini Lima Negara yang Naikkan Harga BBM Secara Signifikan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 85 negara dilaporkan mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak konflik di Timur Tengah pada 2026. Berdasarkan data Global Petrol Prices, lonjakan harga terjadi dalam tiga pekan sejak konflik berlangsung, dengan sejumlah negara mencatat kenaikan signifikan.

Negara dengan kenaikan tertinggi adalah Filipina yang mencapai 54,2%, disusul Vietnam hingga 50%, Sri Lanka sekitar 25%, sementara Malaysia memilih menaikkan harga secara bertahap mengikuti pasar.

Di Indonesia, kenaikan harga BBM tercatat sebesar 2,8%, menjadi salah satu yang paling rendah secara global dalam periode krisis ini. Kondisi tersebut dinilai tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui subsidi BBM tertentu serta penerapan sistem harga campuran yang tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar bebas.

Selain itu, negara yang sangat bergantung pada impor energi cenderung mengalami kenaikan harga lebih besar saat terjadi gejolak global. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri membuat negara-negara tersebut rentan terhadap gangguan distribusi dan lonjakan harga minyak dunia.

Di dalam negeri, kapasitas produksi minyak Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan. Kapasitas kilang nasional berada di kisaran 1,1-1,2 juta barel per hari, sementara konsumsi mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 700 ribu barel per hari yang menjadi BBM siap pakai, sehingga kebutuhan impor tetap tinggi dan membuat Indonesia tetap terdampak dinamika global.

Lima Negara dengan Kenaikan Tertinggi

Berikut ini adalah lima negara teratas dengan kenaikan harga BBM tertinggi beserta alasannya:

1. Filipina (kenaikan 54,2%)

Di Filipina, kenaikan harga BBM yang sangat ekstrem terutama disebabkan oleh tingginya ketergantungan pada impor, di mana hampir seluruh kebutuhan BBM dipenuhi dari luar negeri. Kondisi ini diperparah oleh terganggunya jalur pasokan global akibat konflik Timur Tengah 2026, termasuk ketidakstabilan distribusi melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia. Selain itu, Filipina menerapkan sistem harga pasar bebas, sehingga harga BBM domestik langsung mengikuti perubahan harga minyak global tanpa banyak intervensi pemerintah. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan kenaikan harga BBM di Filipina menjadi yang paling tinggi di dunia selama periode krisis ini.

2. Vietnam (kenaikan 31,8% hingga 50%)

Di Vietnam, kenaikan harga BBM terjadi akibat terganggunya pasokan energi secara langsung oleh dampak konflik Timur Tengah 2026, yang memicu lonjakan harga minyak global. Sistem penyesuaian harga yang dilakukan secara berkala menyebabkan kenaikan terjadi berulang dalam waktu singkat, sehingga tekanan harga semakin terasa di dalam negeri. Di sisi lain, kapasitas produksi energi domestik yang terbatas membuat Vietnam tetap bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan BBM. Untuk meredam dampak lonjakan tersebut, pemerintah bahkan mengambil langkah dengan memotong pajak BBM agar harga tidak naik terlalu tinggi di tingkat konsumen.

3. Sri Lanka (kenaikan 33,8%)

Di Sri Lanka, kenaikan harga BBM yang signifikan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang relatif rentan serta tingginya ketergantungan pada impor energi. Keterbatasan kemampuan fiskal membuat pemerintah tidak mampu menahan lonjakan harga melalui subsidi dalam skala besar, sehingga dampak kenaikan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah 2026 langsung diteruskan ke harga domestik. Minimnya cadangan energi dan dukungan subsidi menyebabkan kenaikan harga BBM di Sri Lanka menjadi cukup besar dibandingkan banyak negara lainnya.

4. Kenya (kenaikan 16,1% (bensin) dan +24,2% (diesel))

Di Kenya, harga BBM naik tajam karena seluruh kebutuhan minyak diimpor dari Timur Tengah sehingga terdampak langsung oleh gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah 2026, yang kemudian memicu panic buying serta peningkatan biaya logistik, menghasilkan kombinasi supply shock dan ketergantungan impor penuh.

Baca Juga: Sempat Naik, Ini Harga BBM di Berbagai Wilayah per 20 April 2026

5. Mesir (kenaikan 14% hingga +17%)

Di Mesir, kenaikan harga BBM terjadi karena terdampak lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah 2026, sementara pemerintah melakukan penyesuaian harga secara bertahap dan mengurangi beban subsidi dengan melepas sebagian harga ke mekanisme pasar, sehingga tekanan fiskal dan tingginya harga global mendorong kenaikan di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa penanganan krisis energi tidak bisa dibebankan hanya pada badan usaha milik negara (BUMN) di sektor energi.

Ia menyebut bahwa tantangan energi saat ini bersifat sistemik sehingga memerlukan solusi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menilai, koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang terintegrasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement