Fasilitas Milik Amerika Kalah Jauh, Iran Tak Menyesal 'Bermarkas' di Meksiko Selama Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Istimewa
Tim Nasional Iran justru merasa diuntungkan setelah memindahkan pusat latihan mereka dari Amerika Serikat (AS) ke Meksiko menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Di tengah berbagai spekulasi terkait keamanan dan persoalan visa, Federasi Sepak Bola Iran menegaskan fasilitas yang mereka dapatkan di Tijuana dinilai lebih baik dibandingkan lokasi latihan yang sebelumnya disiapkan di Tucson, Arizona.
Baca Juga: Rudal hingga Drone Berjatuhan, Iran Serang Markas Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj secara terbuka membantah anggapan bahwa perpindahan kamp latihan ke Meksiko merupakan sebuah kerugian bagi Tim Melli.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia di Tijuana bahkan lebih unggul dibandingkan markas lama yang sempat diproyeksikan menjadi pusat persiapan Iran selama turnamen berlangsung.
“Jauh lebih baik, sebenarnya. Kamp di Tucson sekarang diberikan kepada Turki,” ujar Taj, dikutip Rabu (3/6).
Pernyataan itu muncul setelah Iran memutuskan memindahkan basis latihan mereka dari Arizona ke Kota Tijuana yang berada di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat.
Keputusan tersebut sebelumnya memicu perhatian karena Tijuana kerap masuk dalam daftar kota dengan tingkat kriminalitas tinggi di dunia.
Namun Taj menolak kekhawatiran tersebut dan menilai citra negatif kota tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang mereka temukan di lapangan.
“Tidak sama sekali. Itu tidak benar. Kami sudah berbicara dengan duta besar. Itu hanya statistik. Saat ini kejahatan ada di mana-mana. Di mana-mana ada kriminal, tetapi juga ada orang baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah setempat juga telah memberikan jaminan keamanan kepada skuad Iran selama berada di Tijuana.
“Gubernur mengatakan kepada kami bahwa kota ini sangat baik,” ujar Taj.
Perpindahan kamp latihan ini terjadi di tengah situasi yang tidak mudah bagi Iran menjelang Piala Dunia 2026. Hubungan Teheran dan Washington masih memanas setelah konflik bersenjata yang pecah pada Februari lalu.
Meski demikian, FIFA tetap memastikan Iran akan tampil penuh dalam turnamen yang sebagian besar berlangsung di Amerika Serikat.
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Inglewood, California pada 15 Juni, kemudian bertemu Belgia enam hari setelahnya di lokasi yang sama. Laga terakhir fase grup akan mempertemukan Iran melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Selain persoalan lokasi latihan, isu visa juga menjadi tantangan tersendiri bagi delegasi Iran.
Belum lama ini, Mehdi Taj diketahui mengalami pembatalan visa masuk ke Kanada karena riwayat keterkaitannya dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), organisasi yang masuk daftar teroris menurut Amerika Serikat dan Kanada.
Sementara menunggu dimulainya Piala Dunia, Timnas Iran saat ini masih menjalani persiapan di Antalya, Turki, setelah kompetisi sepak bola domestik mereka dihentikan akibat dampak perang yang masih berlangsung.
Baca Juga: Amerika Curiga Ada Mata-Mata di Timnas Iran, Bakal Diawasi Ketat di Piala Dunia 2026
Bagi Iran, perpindahan ke Tijuana kini tidak lagi dipandang sebagai solusi darurat. Sebaliknya, federasi menilai lokasi tersebut justru memberikan fasilitas dan lingkungan latihan yang lebih ideal untuk menghadapi tantangan berat di Piala Dunia 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: