Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AEP Nusantara Berencana IPO, Lepas 15% Saham

AEP Nusantara Berencana IPO, Lepas 15% Saham Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

AEP Plantations Plc, perusahaan perkebunan yang tercatat di London, menyiapkan aksi korporasi besar di Indonesia dengan merencanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) bagi anak usahanya, PT AEP Nusantara Plantations. Perseroan menargetkan proses pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat terealisasi pada pertengahan 2026.

Dalam pengumuman kepada investor di London, manajemen menyampaikan bahwa entitas usaha di Indonesia tersebut akan menawarkan sekitar 15% saham baru kepada publik. Porsi itu disiapkan agar memenuhi ketentuan kepemilikan publik minimum atau free float yang diwajibkan regulator pasar modal domestik.

Rencana masuk bursa ini menandai langkah ekspansi AEP Plantations Plc untuk memperkuat pijakan bisnis di Indonesia, yang selama ini menjadi pusat kegiatan operasional grup.

Perseroan menyebut seluruh dana hasil IPO akan diarahkan untuk kebutuhan ekspansi usaha. Prioritas penggunaan dana meliputi pembangunan infrastruktur di anak usaha PT Kahayan Agro Plantation (KAP) serta pendirian pabrik kelapa sawit baru guna menambah kapasitas pengolahan.

Baca Juga: Isu IPO Anak Usaha Mencuat, Grup Bakrie (DEWA) Buka Suara!

Baca Juga: BEI Catat 15 Perusahaan Masuk Pipeline IPO hingga per 10 April 2026

Baca Juga: IPO WBSA Raup Rp302 Miliar, Saham Oversubscribe 386 Kali

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi rantai produksi, mulai dari kebun hingga pengolahan hasil panen, sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Manajemen menegaskan pelaksanaan IPO masih menunggu proses perizinan dari regulator terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.

PT AEP Nusantara Plantations sebelumnya dikenal dengan nama PT Sawit Graha Manunggal. Bersama entitas afiliasinya, perusahaan mengelola bisnis perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Grup ini memiliki lahan tanam inti sekitar 19.000 hektare, menjadikannya salah satu basis aset utama perusahaan di Indonesia. Dengan skala tersebut, AEP Nusantara diposisikan sebagai kendaraan utama ekspansi grup untuk pasar domestik maupun regional.

Selain memperkuat aktivitas di area perkebunan, perusahaan juga telah membuka kantor representatif di Jakarta. Kehadiran kantor tersebut diarahkan untuk memperlancar hubungan dengan investor, mitra usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Pipeline IPO Dievaluasi, 12 Perusahaan Ditargetkan Melantai di Semester I 2026

Baca Juga: Mau IPO di Bursa Hong Kong, 3 Direktur EMAS Kompak Mundur

Rencana IPO AEP Nusantara menambah daftar perusahaan sektor perkebunan yang memilih pasar modal sebagai sumber pendanaan. Skema ini dinilai semakin menarik di tengah kebutuhan modal besar untuk ekspansi lahan, pembangunan fasilitas pengolahan, dan penguatan bisnis hilir.

Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, AEP Nusantara berpotensi menjadi salah satu emiten baru sektor sawit yang melantai di BEI pada 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Berita Terkait