- Home
- /
- Government
- /
- Government
AHY Jajakan Proyek Giant Sea Wall Prabowo ke Rusia, Pelabuhan hingga Logistik Jadi Sorotan
Kredit Foto: Ist
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menawarkan peluang kerja sama besar kepada Rusia untuk terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur strategis Indonesia, mulai dari pelabuhan, logistik, perkeretaapian, hingga proyek Giant Sea Wall yang menjadi agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tawaran tersebut disampaikan AHY saat menghadiri sesi EAEU-ASEAN dalam rangkaian St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St Petersburg, Rusia. Dalam forum itu, AHY mempromosikan berbagai peluang investasi dan kolaborasi yang tengah dibuka pemerintah Indonesia.
Menurut AHY, penguatan konektivitas nasional menjadi salah satu fokus utama pembangunan Indonesia saat ini. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia membutuhkan sistem transportasi dan logistik yang semakin terintegrasi dan efisien.
Pemerintah saat ini terus memperkuat pelabuhan-pelabuhan strategis di berbagai wilayah. Selain itu, pengembangan jaringan perkeretaapian juga terus dilakukan di sejumlah kawasan pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.
AHY menyebut Rusia memiliki pengalaman dan kapasitas teknologi yang kuat di bidang transportasi, logistik, industri maritim, manufaktur, hingga rekayasa infrastruktur. Karena itu, kerja sama kedua negara dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh.
"Konektivitas adalah hal yang menyatukan Indonesia, memperluas peluang, dan memperkuat daya saing kita," ujar AHY dalam keterangannya.
Selain sektor logistik dan transportasi, AHY juga menawarkan peluang kolaborasi internasional dalam proyek Giant Sea Wall yang saat ini tengah dimatangkan pemerintah. Proyek tersebut menjadi salah satu program strategis nasional untuk melindungi kawasan pesisir, khususnya di Pantai Utara Jawa.
AHY menjelaskan kawasan Pantai Utara Jawa memiliki peran vital sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional. Kawasan tersebut menjadi penopang industri, perdagangan, pelabuhan, logistik, hingga mobilitas masyarakat sehingga membutuhkan perlindungan jangka panjang dari ancaman perubahan iklim.
Menurut AHY, Indonesia menghadapi tantangan serius berupa abrasi pantai, banjir, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, hingga penurunan muka tanah yang terus terjadi di sejumlah wilayah pesisir. Karena itu, pembangunan Giant Sea Wall menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, khususnya di wilayah Pantai Utara Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," kata AHY.
Ia menambahkan proyek Giant Sea Wall membuka peluang kerja sama internasional yang sangat luas. Kolaborasi dapat dilakukan dalam bidang rekayasa pesisir, teknologi penghalang laut, perlindungan pantai, pemantauan lingkungan, hingga penelitian dan pengembangan bersama.
Dalam forum ekonomi tersebut, AHY juga memaparkan tiga prioritas utama pembangunan infrastruktur Indonesia. Ketiga prioritas itu meliputi dekarbonisasi sektor transportasi, penguatan konektivitas nasional melalui pelabuhan dan logistik, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Pemerintah berharap kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Rusia, tidak hanya sebatas perdagangan. Indonesia juga membuka peluang investasi, transfer teknologi, pengembangan industri strategis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: