Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Ada Tekanan, Otaknya Bukan Beliau,' Sony Sanjaya Ancam Buka Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG

'Ada Tekanan, Otaknya Bukan Beliau,' Sony Sanjaya Ancam Buka Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya memberi sinyal akan membuka lebih jauh dugaan keterlibatan sejumlah tokoh dalam kasus penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum.

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony menyatakan dirinya mengetahui pihak-pihak yang diduga memiliki pengaruh besar dalam perkara tersebut dan berperan di balik layar.

Baca Juga: 'Saya Tak Ingin Semuanya Hancur,' Trump Peringatkan Israel agar Tak Ganggu Negosiasi Iran-Amerika

Namun, identitas mereka belum akan diungkap dalam waktu dekat. Menurut Krisna, seluruh informasi tersebut akan disampaikan Sony pada saat proses persidangan berlangsung.

"Beliau akan sampaikan nanti sendiri. Beliau sampaikan nanti di persidangan. Bahwa beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau," kata Krisna, dikutip Senin (8/6).

Pernyataan itu muncul setelah Sony resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan program MBG. Ia kini berupaya mendapatkan status justice collaborator untuk membantu aparat membongkar pihak lain yang diduga terlibat.

Ketika ditanya apakah pihak-pihak tersebut berasal dari kalangan politik atau tokoh berpengaruh tertentu, Krisna enggan memberikan rincian lebih lanjut. Namun ia mengisyaratkan jumlahnya tidak sedikit.

"Banyak, Mas, banyak. Nanti beliau akan sebutkan. Banyak tokoh-tokohnya banyak," ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi baru mengenai kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik dugaan penyimpangan program MBG.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Susilaningtias, sebelumnya menegaskan bahwa tersangka yang bersedia bekerja sama secara signifikan untuk mengungkap pelaku lain dan memperluas pembuktian perkara dapat mengajukan diri sebagai justice collaborator.

Menurut LPSK, keberadaan justice collaborator sangat penting untuk membongkar tindak pidana korupsi yang dilakukan secara terorganisasi dan melibatkan banyak pihak.

Baca Juga: Transaksi Capai Miliaran, Keuntungan Silmy Karim dari Korupsi Izin Tinggal Warga Asing Dibongkar KPK

Jika keterangannya diterima penegak hukum, maka kesaksian Sony berpotensi membuka babak baru dalam penyelidikan kasus MBG, termasuk mengungkap siapa saja pihak yang diduga berperan dalam pengambilan keputusan dan aliran kepentingan di balik program tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar