Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AMII Dorong Implementasi ETF Emas, Bahas Kesiapan Industri dan Regulasi

AMII Dorong Implementasi ETF Emas, Bahas Kesiapan Industri dan Regulasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) sukses menggelar Halal Bihalal AMII & ETF Gold Indonesia Forum 2026 di Ruang Excellent KSEI, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lantai 3A, Kamis (16/4/2026).

Forum yang berlangsung pukul 12.00-15.30 WIB ini mengusung tema “From Regulation to Implementation” dan menjadi ajang konsolidasi pemangku kepentingan dalam mempersiapkan implementasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Indonesia.

Kegiatan ini digelar menyusul diterbitkannya regulasi ETF Emas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dinilai sebagai langkah penting dalam memperdalam pasar keuangan nasional.

Ketua AMII Lolita Liliana dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran ETF Emas merupakan tonggak baru dalam pengembangan instrumen investasi di Indonesia. Menurutnya, instrumen ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan diversifikasi sekaligus sarana lindung nilai terhadap inflasi.

“ETF Emas adalah jawaban atas urgensi pendalaman instrumen keuangan dan upaya mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. Instrumen ini juga memberikan akses investasi emas yang lebih luas dan aman karena investor tidak perlu menyimpan emas fisik secara mandiri,” ujar Lolita.

Acara turut menghadirkan keynote speech dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK yang membahas arah kebijakan serta strategi implementasi ETF Emas ke depan.

Dalam sesi panel diskusi, sejumlah pelaku industri seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Pegadaian, Bloomberg, BPKH, Bibit, dan Mandiri Sekuritas membahas berbagai aspek krusial. Empat topik utama yang menjadi fokus diskusi meliputi kesiapan infrastruktur pasar, potensi permintaan investor, peran data dan benchmarking global, serta tantangan implementasi dan langkah lanjutan.

Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo, menekankan bahwa ETF Emas harus didukung penuh oleh underlying asset berupa emas fisik dengan prinsip allocated gold satu banding satu.

“ETF Emas bukan sekadar instrumen alternatif, tetapi dapat menjadi sarana investasi jangka panjang yang mendorong pendalaman pasar keuangan, sepanjang didukung tata kelola yang kuat dan kepatuhan menyeluruh,” jelasnya.

AMII juga menyoroti bahwa keberhasilan ETF Emas tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kesiapan seluruh ekosistem, mulai dari regulator, bursa, penyedia aset dasar, dealer participant, distributor, hingga manajer investasi.

Dari sisi industri, ETF Emas dinilai memiliki nilai strategis, antara lain memperluas pilihan diversifikasi aset, menarik investor baru ke pasar modal, serta memperkuat daya saing industri pengelolaan investasi Indonesia di tingkat regional.

Saat ini, para pemangku kepentingan tengah merampungkan detail teknis implementasi dengan target peluncuran pada pertengahan 2026. Salah satu aspek krusial yang masih dalam pembahasan adalah kepastian terkait perpajakan.

Baca Juga: Target Rampung Akhir April, OJK Ungkap ETF Emas Telah Masuk Tahap Final

AMII bersama OJK dan BEI disebut telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan serta didukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperoleh kejelasan tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, AMII menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi ETF Emas melalui kolaborasi dengan regulator, peningkatan kesiapan anggota, fasilitasi koordinasi industri, serta edukasi kepada investor.

“Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis untuk membangun pemahaman komprehensif sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pengembangan ETF Emas ke depan,” kata Lolita.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement