Kredit Foto: Ist
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur memberikan insentif kepada warga yang turut serta membasmi hama ikan sapu-sapu di sungai mendapat lampu hijau dari dewan.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan efektif yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memancing kepedulian warga.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengapresiasi skema tersebut dan mendorong agar sistem insentif ini diperluas ke berbagai program lingkungan lainnya, seperti pengelolaan sampah mandiri.
"Perlu ada stimulus untuk memotivasi masyarakat. Mereka yang peduli dan menjaga lingkungan harus mendapat apresiasi lebih. Kita tidak bisa terus-terusan hanya mengandalkan dinas, harus melibatkan warga secara luas," ujar Yuke, Rabu (22/4).
Untuk menyukseskan hal tersebut, Yuke menekankan pentingnya optimalisasi peran pengurus RT dan RW sebagai motor penggerak partisipasi warga di tingkat akar rumput.
Meski kerap dianggap sebagai "ikan pembersih", ledakan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta kini menjadi bumerang.
Yuke menyoroti bahwa spesies tersebut telah berubah menjadi hama invasif yang mengganggu keseimbangan rantai makanan sungai.
"Kalau jumlahnya sedikit tentu masih bermanfaat. Tapi ketika sangat banyak seperti sekarang, ini justru merusak ekosistem ikan-ikan endemik lainnya," tegas Yuke.
Lebih jauh, ia meminta agar Pemprov DKI Jakarta melakukan pembenahan sungai secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada isu ikan sapu-sapu.
Sementara itu, terkait wacana pengolahan ikan sapu-sapu hasil tangkapan menjadi pakan ternak atau pupuk, Yuke memberikan peringatan tegas.
Ia mendesak Pemprov DKI untuk melakukan uji laboratorium terlebih dahulu sebelum ikan-ikan tersebut dimanfaatkan secara komersial.
Hal ini mengingat habitat ikan sapu-sapu di sungai Jakarta sangat rentan terhadap paparan limbah dan logam berat.
"Harus dipastikan dulu aman atau tidak. Jangan sampai langsung dimanfaatkan tanpa kajian, karena kita tidak tahu kandungan berbahaya apa saja yang terserap di dalam tubuh ikan tersebut," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Advertisement