Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Langkah ekspansi besar tengah disiapkan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE). Perseroan berencana meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) secara signifikan, dari 4,30% menjadi 99,00%.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, HOPE akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 April 2026 guna meminta persetujuan pemegang saham.
Strategi akuisisi ini akan dilakukan melalui dua tahap. Pertama, Perseroan akan mengambil bagian atas saham baru sebanyak 1.000.000.000 lembar, setara 18,05% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penerbitan saham baru.
Dengan harga transaksi Rp60 per saham, nilai investasi tahap ini mencapai Rp60 miliar, yang akan meningkatkan kepemilikan HOPE menjadi 21,57%.
Tahap kedua dilakukan melalui pembelian saham milik pemegang saham lama sebanyak 4.290.318.296 lembar atau setara 77,43%, dengan harga yang sama yakni Rp60 per saham. Nilai transaksi tahap ini mencapai Rp257,41 miliar, yang akan mengerek kepemilikan Perseroan menjadi 99,00%.
"Total nilai transaksi Rp317.419.097.760 yang akan diambil dari dana internal Perseroan Rp4.677.200.000, dana hasil perubahan penggunaan dana IPO Perseroan Rp55.322.800.000 dan dana dari hasil PUT 1 sebesar Rp257.419.097.760," ujar manajemen.
Dengan akuisisi ini, HOPE menargetkan terciptanya sinergi bisnis yang kuat. Salah satunya adalah pemanfaatan dump truck milik TMMS yang akan dikaroseri atau dirakit oleh Perseroan. Kedua belah pihak bahkan telah menandatangani Nota Kesepahaman sejak 10 September 2025.
Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu meningkatkan kinerja operasional Perseroan secara keseluruhan.
"Tujuan penambahan kepemilikan saham di TMMS oleh Perseroan adalah agar kontribusi TMMS menjadi lebih besar daripada sebelumnya terhadap Perseroan," kata manajemen.
Baca Juga: BEI Bongkar Isi Pembicaraan dengan MSCI usai Rebalancing Saham RI
Baca Juga: Saham RI Dievaluasi Lagi Sama MSCI, Ini yang Harus Dicermati Investor!
Sebagai informasi, TMMS bergerak di bidang kontraktor tambang dan penyewaan alat berat, termasuk perdagangan komoditas, jasa stevedoring, hingga penyedia jetty.
Bisnisnya dirancang terintegrasi dengan konsep one stop solution, mulai dari pengupasan lapisan tanah (overburden), penggalian, pengangkutan, pembangunan infrastruktur, hingga reklamasi area tambang.
Sementara itu, HOPE sendiri dikenal sebagai perusahaan manufaktur karoseri kendaraan truk dan komersial di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun. Dengan kombinasi bisnis tersebut, akuisisi ini berpotensi memperkuat rantai nilai industri sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi Perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: