Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Naik, Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Rugi 39,23% di Kuartal I 2026

Pendapatan Naik, Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Rugi 39,23% di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menunjukkan perbaikan pada kuartal I 2026. Hingga 31 Maret 2026, Perseroan mencatatkan rugi sebesar USD46,48 juta, menyusut 39,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD76,49 juta.

Seiring dengan penurunan rugi, rugi per saham dasar dan dilusian juga membaik menjadi USD0,00010 dari sebelumnya minus USD0,00289. Dari sisi pendapatan, Garuda berhasil mencatatkan kenaikan menjadi USD762,35 juta, naik dari USD723,56 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Pendapatan terbesar masih ditopang oleh penerbangan berjadwal sebesar USD648,10 juta, meningkat dari USD603,69 juta. Sementara penerbangan tidak berjadwal justru turun menjadi USD24,98 juta dari USD37,96 juta, dan pendapatan lain-lain naik tipis menjadi USD89,27 juta dari USD81,91 juta.

Efisiensi juga terlihat pada beberapa pos biaya. Beban operasional penerbangan turun menjadi USD350,24 juta dari USD361,96 juta. Beban umum dan administrasi juga menyusut menjadi USD42,01 juta dari USD47,81 juta.

Namun, sejumlah beban lain mengalami kenaikan, seperti biaya pemeliharaan dan perbaikan yang mencapai USD159,14 juta dari sebelumnya USD156,19 juta, serta beban kebandaraan yang naik menjadi USD57,84 juta dari USD54,05 juta. Beban pelayanan penumpang juga meningkat tipis menjadi USD49,92 juta dari USD49,62 juta.

Selain itu, beban tiket, penjualan, dan promosi tercatat meningkat menjadi USD45,64 juta dari USD40,15 juta. Beban operasional hotel naik menjadi USD4,85 juta dari USD4,49 juta.

Di sisi lain, beban operasional transportasi turun menjadi USD2,62 juta dari USD2,91 juta, dan beban operasional jaringan juga menyusut menjadi USD0,96 juta dari USD1,18 juta.

Baca Juga: Garuda Indonesia Menang di Paris! PKPU Diakui Pengadilan Prancis

Baca Juga: Dorongan Transparansi Menguat, Suntikan Dana Rp6,65 Triliun untuk Garuda Indonesia Diharapkan Perkuat Tata Kelola BUMN

Dari sisi neraca, total aset Garuda per Maret 2026 tercatat sebesar USD7,5 miliar, meningkat dari USD7,43 miliar pada akhir 2025. Liabilitas juga naik menjadi USD7,43 miliar dari USD7,33 miliar, sementara ekuitas tercatat menurun menjadi USD68,25 juta dari USD91,91 juta.

Dengan penurunan kerugian dan pertumbuhan pendapatan, kinerja Garuda Indonesia menunjukkan sinyal perbaikan meski masih menghadapi berbagai tantangan di sektor penerbangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri