Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Kirim Sinyal Keras ke Amerika: Siap Perang atau Damai dengan Syarat

Iran Kirim Sinyal Keras ke Amerika: Siap Perang atau Damai dengan Syarat Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berada di titik krusial di tengah upaya membuka kembali jalur diplomasi. Peluang negosiasi tetap ada, namun dibayangi ancaman eskalasi konflik yang belum benar-benar mereda.

Dalam situasi ini, Iran menegaskan posisi tegasnya dengan membuka ruang dialog sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi skenario terburuk. Pendekatan tersebut mencerminkan strategi ganda antara tekanan militer dan jalur diplomasi.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyatakan bahwa negaranya tidak akan mundur jika konflik kembali pecah.

“Jika mereka menginginkan perang, kami siap menghadapi perang,” ujarnya kepada wartawan dikutip dari TASS.

Meski demikian, ia menegaskan Iran tetap terbuka untuk perundingan dengan Amerika Serikat. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara adil dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan.

Iran juga mengajukan sejumlah syarat tegas dalam setiap kemungkinan dialog. Syarat tersebut meliputi pengakuan atas hak-hak sah Iran, kompensasi atas kerugian yang dialami, serta jaminan tidak akan ada agresi kembali di masa depan.

Menurut Jalali, tanpa pemenuhan syarat tersebut, pembicaraan tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Sebaliknya, jika semua prasyarat terpenuhi, Iran menyatakan siap untuk melanjutkan negosiasi.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Jadi Penghalang Negosiasi Iran dan Amerika Serikat

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara resmi di Rusia yang menandai Hari Angkatan Bersenjata Iran. Momentum tersebut sekaligus mempertegas pesan bahwa Iran ingin memperkuat posisi tawarnya di tengah dinamika geopolitik global.

Iran menunjukkan bahwa jalur damai tetap terbuka, namun tidak tanpa batasan. Di saat yang sama, ancaman konflik tetap menjadi bayang-bayang yang menyertai setiap upaya diplomasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: