Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mulai menyiapkan serangkaian langkah mitigasi strategis untuk menghadapi fenomena El Nino seiring dengan masuknya musim kemarau.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi dan meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi kering yang berpotensi melanda ibu kota.
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan TNI-Polri, fenomena El Nino tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang.
"Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” jelas Marulitua Sijabat pada Jumat (24/4).
Untuk mengatasi ancaman tersebut, BPBD DKI telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan yang berfokus pada tiga ancaman utama itu.
Dalam menekan tingkat polusi udara, BPBD akan kembali mengaktifkan peralatan penyemprot air (water mist) milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta mengoptimalkan penggunaan perangkat serupa yang telah terpasang di sejumlah gedung tinggi di Jakarta.
Selain itu, BPBD DKI bersama BMKG juga tengah menyusun skenario modifikasi cuaca yang disesuaikan dengan karakteristik musim kemarau. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Berbeda dengan modifikasi cuaca di musim penghujan yang bertujuan mencegah banjir, teknologi kali ini difokuskan sepenuhnya untuk mengurangi dampak kekeringan.
"Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisir," tambah Marulitua Sijabat.
Sebagai payung hukum dan panduan operasional di lapangan, seluruh rangkaian langkah mitigasi ini nantinya akan dituangkan ke dalam Instruksi Gubernur (Ingub). Aturan tersebut akan menjadi pedoman resmi bagi seluruh Perangkat Daerah (PD) dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.
Lebih lanjut, Ingub tersebut juga akan mencakup pengaktifan Satuan Tugas (Satgas) Air Bersih. Melalui koordinasi intensif dengan PAM Jaya, Satgas ini bertugas memastikan distribusi pasokan air bersih kepada warga tetap aman.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan di lapangan, BPBD DKI juga telah menyiagakan armada mobil tangki air yang dapat diterjunkan sewaktu-waktu ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: