Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, mengungkit gaya kepemimpinan Presiden RI ke-1 Sukarno yang menjabat pada 1945–1967.
Ia menyoroti kondisi Indonesia di era 1960-an, mulai dari isu global hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Tahun 1960an: 1) Dunia lagi gonjang-ganjing. Perang dingin. Kubu Amerika sama Kubu Rusia. Perang di sana-sini, 2) Rupiah melemah parah terhadap USD. BBM naik. Harga-harga kebutuhan naik," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (11/6).
Ardianto kemudian mengungkit gaya kepemimpinan Sukarno kala itu yang banyak melakukan kunjungan ke luar negeri, rajin berpidato berapi-api, serta tetap mempertahankan proyek mercusuar.
"3) Presiden Sukarno banyak kunjungan ke luar negeri: Moskow, Beijing, Kairo, Belgrade, Washington. Dan banyak lagi. 4) Tapi tetap pidato berapi-api setiap kali ada kesempatan. Sejak tahun kemerdekaan. Di radio siaran pidatonya selalu ada," ungkapnya.
Baca Juga: Alasan Presiden, Bahlil Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
"5) Tapi tetep bikin proyek mercusuar: Bangun Monas, Bikin event kaya Olimpiade: Ganefo, bangun GBK. Semua hamburin anggaran APBN padahal lagi krisis," imbuhnya.
Ia pun merasa familiar dengan hal tersebut. "KOK KAYAK FAMILIARRRR?" tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: