Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadapi Ancaman Kemarau, Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Terjaga

Hadapi Ancaman Kemarau, Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Terjaga Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski potensi musim kemarau 2026 dan fenomena El Nino mulai mengemuka. Kesiapan ini ditopang oleh cadangan beras yang kuat serta langkah mitigasi terkoordinasi lintas sektor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan nasional berada dalam situasi aman. Ia menyebut Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Kalau dampak ini, ada El Nino, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok kita sudah 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Mentan Amran, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (25/4). 

Penguatan ini tidak berdiri sendiri. Sinergi lintas lembaga turut menjadi kunci, melibatkan BMKG, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA), serta Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP).

Untuk menjaga produktivitas di tengah potensi kekeringan, pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp3 triliun difokuskan untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk pompanisasi dan optimalisasi sumber air, terutama di wilayah rawan kekeringan.

Dari sisi iklim, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menilai kondisi Indonesia masih relatif kondusif bagi sektor pertanian. Meski demikian, potensi kekeringan tetap perlu diantisipasi.

“Kondisi iklim Indonesia sebenarnya sangat baik untuk pertanian. Kekeringan tidak terjadi setiap saat dan kita sudah cukup familiar dalam menghadapinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dinamika iklim dipengaruhi fenomena El Nino dan La Nina di Samudra Pasifik serta pengaruh Samudra Hindia. Untuk 2026, El Nino diperkirakan berada pada level lemah hingga moderat dengan probabilitas 50–60 persen.

“Kecenderungannya, semakin kuat El Nino maka Indonesia akan semakin kering. Namun kondisi ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: