Jaga Ketahanan Pangan Jakarta, Perumda Dharma Jaya Perkuat Cadangan Stok dan Jajaki Pasokan Ayam dari Blitar
Kredit Foto: Istimewa
Perumda Dharma Jaya memperkuat strategi konsolidasi internal dan kolaborasi antarbadan usaha milik daerah (BUMD) untuk menjaga ketahanan pangan Jakarta di tengah dinamika global, khususnya potensi gangguan pasokan bahan pangan impor.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mendorong konsolidasi BUMD Jakarta agar mampu berkembang tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga berkiprah di level nasional hingga internasional.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan perusahaan terus memperkuat tata kelola melalui penerapan prinsip good corporate governance (GCG) yang menekankan integritas, profesionalisme, dan transparansi.
“Penilaian GCG kami terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menjadi indikator bahwa perbaikan tata kelola berjalan sesuai arah yang diharapkan,” kata Raditya.
Dalam memperkuat sinergi antarbUMD, Raditya menegaskan koordinasi terus dilakukan, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di Jakarta. Menurut dia, kondisi pasar saat ini masih relatif normal, namun kesiapsiagaan tetap ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gejolak.
“Kolaborasi dengan BUMD lain, termasuk Food Station, saat ini difokuskan pada penguatan stok dan kegiatan rutin seperti bazar pangan. Jika terjadi gejolak, bentuk kerja sama akan lebih intensif,” ujarnya.
Dharma Jaya saat ini juga mengantisipasi potensi kelangkaan bahan baku, khususnya komoditas impor seperti daging sapi, yang dipengaruhi berbagai faktor global mulai dari ketersediaan kapal logistik, kelangkaan bahan bakar, hingga kebijakan stok di negara asal.
“Selagi kondisi masih relatif terkendali, kami memperkuat cadangan stok. Untuk sapi, bulan depan rencana pembelian ditingkatkan dari 500 menjadi 1.000 ekor sebagai langkah antisipasi,” jelas Raditya.
Selain daging sapi, Dharma Jaya juga memastikan ketersediaan protein hewani lainnya seperti ayam melalui kerja sama antardaerah. Dalam waktu dekat, perusahaan akan menjajaki pasokan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Blitar, guna mengamankan distribusi stok.
“Kerja sama antar daerah menjadi kunci, terutama untuk memastikan pasokan ayam tetap stabil. Kami sudah mulai berkoordinasi dengan beberapa daerah penghasil,” terangnya.
Menurut Raditya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek hingga satu tahun ke depan untuk merespons dinamika global sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Jakarta.
Di tingkat nasional, kontribusi Dharma Jaya diwujudkan melalui kerja sama antardaerah dan sinergi dengan BUMN, khususnya untuk komoditas tertentu seperti daging kerbau dan daging sapi impor. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan agar daerah produsen tetap memperoleh manfaat ekonomi.
“Kami tidak ingin seluruh pasokan ditarik ke Jakarta. Daerah juga harus tetap memiliki pasar. Peran kami bisa dalam bentuk dukungan permodalan maupun peningkatan kapasitas,” ungkapnya.
Raditya menambahkan, sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta berasal dari luar daerah. Karena itu, kolaborasi lintas wilayah menjadi elemen penting dalam menjaga kesinambungan pasokan.
“Melalui penguatan stok, perluasan kerja sama, dan peningkatan tata kelola, Dharma Jaya optimistis dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta sekaligus mendukung stabilitas pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya konsolidasi BUMD dalam satu tahun ke depan, sekaligus menghapus ego sektoral yang selama ini dinilai menghambat sinergi.
Ia menegaskan BUMD Jakarta harus mampu berkembang menjadi entitas yang sehat, profesional, dan kompetitif, tidak hanya sebagai pemain lokal tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Pramono juga menekankan pentingnya membangun budaya korporasi yang sehat, disiplin, dan transparan, serta memastikan BUMD dikelola secara profesional tanpa dibebani persoalan yang tidak produktif.
Baca Juga: Hadapan Tantangan Global, Pramono Anung Ajak BUMD Jakarta Perkuat Konsolidasi
Selain itu, ia mengingatkan adanya tantangan global seperti dinamika geopolitik dan fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi sektor energi dan pangan. Karena itu, seluruh BUMD diminta menyiapkan langkah antisipatif dan adaptif.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan BUMD Pemprov DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan BUMD Leaders Forum juga membahas percepatan kinerja investasi dan penguatan kemandirian finansial melalui pembiayaan kreatif serta sinergi pembiayaan perbankan.
“Untuk triwulan I tahun 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank DKI untuk tiga BUMD, yaitu PT Transjakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Cipinang,” terang Syaefuloh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: