Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cetak Rekor Baru, Penjualan Global Toyota Tembus 10,48 Juta Unit pada Tahun 2025

Cetak Rekor Baru, Penjualan Global Toyota Tembus 10,48 Juta Unit pada Tahun 2025 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Toyota Motor Corporation mengumumkan rekor penjualan global terbaru pada Senin (27/4). Sepanjang tahun fiskal 2025, perusahaan otomotif asal Jepang ini mencatat penjualan 10,48 juta unit kendaraan, meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut didorong tingginya permintaan kendaraan hybrid, terutama di kawasan Amerika Utara, meski sempat tertekan kebijakan tarif impor tinggi dari Amerika Serikat.

Sejalan dengan penjualan, produksi global Toyota juga meningkat 2,2 persen menjadi 9,89 juta unit, menandai kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir.

Dari sisi pasar, penjualan luar negeri Toyota tumbuh 2,7 persen secara tahunan dan mencapai rekor 9 juta unit. Di Amerika Serikat, penjualan naik 7,7 persen menjadi 2,52 juta unit. Sebaliknya, pasar China turun 1,4 persen menjadi 1,76 juta unit di tengah persaingan ketat dengan produsen lokal. Penjualan domestik di Jepang juga melemah 2 persen menjadi 1,47 juta unit.

Segmen kendaraan elektrifikasi mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan 6,5 persen dan total penjualan mencapai 5,04 juta unit secara global.

Meski mencetak rekor tahunan, kinerja pada Maret menunjukkan tekanan. Penjualan global bulan tersebut turun 7,3 persen menjadi 897.871 unit. Namun, produksi justru naik 2,1 persen menjadi 902.210 unit, mencatat rekor produksi tertinggi untuk periode Maret.

Penurunan penjualan bulanan dipengaruhi kondisi geopolitik, termasuk penurunan tajam di Timur Tengah sebesar 32,3 persen menjadi 33.919 unit. Ekspor langsung dari Jepang ke kawasan tersebut juga merosot 46,4 persen menjadi 17.122 unit.

Di Amerika Serikat, penjualan Maret turun 8,5 persen menjadi 211.617 unit. Penurunan ini dinilai sebagai normalisasi permintaan setelah lonjakan pembelian menjelang penerapan tarif impor tinggi pada tahun sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat