Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Suspensi Saham KING, CTTH Kembali Diperdagangkan

BEI Suspensi Saham KING, CTTH Kembali Diperdagangkan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah tegas terhadap pergerakan saham yang dinilai terlalu tinggi. Kali ini, perdagangan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) resmi dihentikan sementara.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) pada tanggal 28 April 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

Pada perdagangan Senin (27/4), saham KING ditutup menguat 6,98% ke level Rp460. Secara akumulatif, saham ini telah naik 16,16% dalam sepekan dan melonjak 76,92% dalam sebulan terakhir.

"Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto.

Di sisi lain, BEI mengumumkan pembukaan kembali perdagangan saham PT Citatah Tbk (CTTH) setelah disuspensi selama satu hari bursa.

"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Citatah Tbk (CTTH) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 28 April 2026," terang Yulianto.

Baca Juga: Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa (28/4)

Sebelumnya, saham CTTH mencuri perhatian setelah melonjak 23,85% ke Rp161 pada perdagangan Jumat (24/4). Dalam sepekan, saham ini melesat 82,95% dan bahkan melonjak 126,76% dalam sebulan terakhir.

Namun, setelah suspensi dicabut, pergerakan saham CTTH berbalik arah. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (28/4), saham ini terkoreksi cukup dalam sebesar -8,70% ke level Rp146.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: