Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rosan Resmi Limpahkan Restrukturisasi Utang Whoosh ke Purbaya

Rosan Resmi Limpahkan Restrukturisasi Utang Whoosh ke Purbaya Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kini berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 

“Iya (di Bawah Kemenkeu), Betul” kata Rosan, usai menghadiri agenda di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Rosan menjelaskan, seluruh administrasi terkait pemindahan restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung. Selanjutnya, pemerintah akan menyampaikan pengumuman resmi mengenai skema restrukturisasi tersebut pada Mei mendatang melalui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Di administrasi ini, nanti sudah diputuskan dan nanti diperiksa secara resminya beliau (AHY) yang umumin sih untuk bentuknya seperti apa,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Whoosh pada dasarnya telah selesai dan tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah.

“Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan,” kata Purbaya kepada media di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: BPI Danantara Pastikan Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Rampung

Baca Juga: Purbaya Ungkap Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Bakal Diumumkan AHY

Baca Juga: Dony Oskaria Pastikan Utang Kereta Cepat Whoosh Tuntas Dalam 2 Bulan

Purbaya menjelaskan, restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC dilakukan melalui pembahasan intensif antara pemerintah Indonesia dan China. Hal ini mengingat proyek tersebut merupakan kerja sama strategis jangka panjang kedua negara, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun hubungan ekonomi bilateral.

“Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan,” kata Purbaya kepada media di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Purbaya menegaskan, komunikasi yang erat dengan pihak China terus dijaga selama proses restrukturisasi berlangsung guna mempertahankan kepercayaan mitra internasional sekaligus menjaga kredibilitas Indonesia dalam pelaksanaan proyek strategis nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri