Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jumlah Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang

Jumlah Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang Kredit Foto: Kemenhub
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebutkan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang. Data tersebut dihumpun per pukul 13.00 WIB.

"Sampai dengan jam 13.00 WIB siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Tidak hanya itu, AHY menyampaikan korban luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) bertambah menjadi 88 orang dari sebelumnya 85 orang.

"Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit, bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit, dan tentunya sekali lagi kita berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis," ungkap AHy.

Pemerintah, kata AHY, memastikan seluruh evakuasi terhadap korban dilakukan dengan baik. Sementara untuk proses evakuasi bangkai gerbong KRL yang masih berada di jalur lintas menuju Cikarang diharapkan pulih lebih cepat.

"Dan tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat atau diangkut dari rel kereta, yaitu gerbong yang, gerbong khusus wanita KRL yang saat ini sekali lagi masih dalam proses evakuasi atau recovery," ungkapnya.

Baca Juga: Basarnas Pastikan Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi, Seluruhnya Perempuan

Baca Juga: 14 Tewas di Bekasi, Menkes Kerahkan RS Nasional Tangani Korban Luka Parah dan Trauma

Baca Juga: Korban Tewas 14 Orang dan 84 Luka-luka, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Lagi di Kereta Bekasi

AHY mengatakan jika gerbong KRL berhasil diangkat, maka langkah selanjutnya adalah menormalisasi rute KRL. Dengan demikian, seluruh perjalanan KA menuju ke Cikarang bisa kembali dilalui.

"Ini juga yang sedang dikawal oleh PT KAI dan semua berupaya agar prosesnya cepat tapi juga tuntas. Mengapa kita tidak ingin terjadi gangguan-gangguan berikutnya, termasuk setelah berhasil diangkut semua," ungkap dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri