- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Emiten TP Rachmat (ASSA) Raup Pendapatan Rp1,53 Triliun pada Kuartal I 2026
Kredit Foto: PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membuka tahun 2026 dengan dinamika kinerja yang beragam. Di satu sisi, emiten TP Rachmat ini berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan, namun di sisi lain tekanan biaya membuat laba mengalami sedikit penurunan.
ASSA membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp98,47 miliar, turun tipis 3,22% dibandingkan Rp101,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Padahal, pendapatan Perseroan sesungguhnya meningkat menjadi Rp1,53 triliun dari sebelumnya Rp1,38 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen logistik dan manajemen sebesar Rp698,21 miliar.
Disusul penyewaan kendaraan, autopool sharecars, dan jasa pengemudi sebesar Rp519,03 miliar, penjualan kendaraan bekas Rp267,88 miliar, jasa lelang Rp47,98 miliar, serta segmen lainnya Rp5,38 miliar.
Pertumbuhan pendapatan ini diiringi kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,07 triliun dari Rp967,21 miliar. Meski demikian, laba bruto tetap meningkat menjadi Rp461,93 miliar dari Rp418,02 miliar, mencerminkan adanya perbaikan di sisi margin kotor.
Namun, tekanan mulai terasa pada level operasional. Laba usaha tercatat menurun menjadi Rp239,27 miliar dari Rp251,68 miliar. Tren serupa juga terlihat pada laba sebelum pajak yang turun menjadi Rp179,64 miliar dari Rp185,86 miliar.
Baca Juga: Emiten Sawit TP Rachmat (DSNG) Panen Laba Rp1,8 Triliun di 2025, Melonjak 60%
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Emiten Prajogo (PTRO) Tumbuh Double Digit di Kuartal I 2026
Dari sisi neraca, total aset Perseroan hingga Maret 2026 mencapai Rp8,85 triliun, meningkat dibandingkan Rp8,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Liabilitas tercatat sebesar Rp5,46 triliun dari Rp5,27 triliun, sementara ekuitas naik menjadi Rp3,38 triliun dari Rp3,19 triliun.
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan dan tekanan pada laba, ASSA menunjukkan tantangan yang perlu diantisipasi ke depan, terutama dalam menjaga efisiensi biaya agar profitabilitas tetap optimal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: